Para pengunjuk rasa di Indonesia menuntut pembebasan ulama yang berapi-api

Pendukung seorang ulama yang ditahan berbaris di ibu kota Indonesia pada hari Jumat untuk menuntut pembebasannya dan keadilan bagi enam pengikut yang dibunuh oleh polisi. Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam, menyerahkan diri kepada pihak berwenang Sabtu lalu, sehari setelah polisi memperingatkan mereka akan menangkapnya setelah dia mengabaikan beberapa panggilan.

Dia dituduh menghasut orang untuk melanggar batasan pandemi dengan mengadakan acara yang dihadiri oleh ribuan pendukung untuk memperingati ulang tahun Nabi Muhammad dan pernikahan putrinya bulan lalu. Pertemuan itu berlangsung kurang dari seminggu setelah dia kembali dari tiga tahun pengasingan di Arab Saudi.

Polisi mengatakan Shihab bisa menghadapi hukuman enam tahun penjara jika terbukti bersalah menghasut orang untuk melanggar peraturan kesehatan dan menghalangi penegakan hukum. Sekitar 200 pengunjuk rasa yang diorganisir oleh aliansi Muslim konservatif, termasuk anggota Front Pembela Islam, menghentikan lalu lintas di sepanjang jalan menuju istana negara di pusat kota Jakarta saat mereka meneriakkan “Tuhan itu Agung” dan “Kami menginginkan keadilan.” Mereka mengibarkan bendera hitam putih bertuliskan deklarasi iman Islam dan membawa spanduk dan plakat yang mengecam pihak berwenang atas penangkapan pemimpin mereka dan pembunuhan enam pengikut.

Source