Para astronom Mencari Adanya Lubang Hitam Yang Hilang

JAKARTA, iNews.id – Keberadaan lubang hitam supermasif semakin dipertanyakan. Pasalnya, lubang hitam supermasif ini dikabarkan telah menghilang secara tiba-tiba.

Observatorium X-ray Badan Antariksa AS (NASA) dan Teleskop Luar Angkasa Hubble tidak dapat menemukan di mana lubang hitam supermasif ini berada. Menurut NASA, lubang hitam seharusnya berada di pusat galaksi Abel 2261, yang berjarak sekitar 2,7 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Meskipun telah dilakukan pencarian dengan X-ray Observatory dan Hubble Space Telescope, para astronom tidak memiliki bukti bahwa lubang hitam yang diperkirakan memiliki berat 3 miliar hingga 100 miliar kali massa Matahari ini dapat ditemukan di mana saja.

Menurut NASA, hampir setiap galaksi besar di alam semesta memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya, dengan massa jutaan atau milyaran kali lipat massa matahari.

Karena massa lubang hitam pusat biasanya mengikuti massa galaksi itu sendiri, para astronom memperkirakan galaksi di pusat Abell 2261 berisi lubang hitam supermasif yang menyaingi bobot beberapa lubang hitam terbesar yang diketahui di alam semesta.

Menggunakan data Chandra yang diperoleh pada tahun 1999 dan 2004, para astronom telah mencari tanda-tanda lubang hitam supermasif di pusat pusat galaksi Abell 2261. Mereka mencari materi super panas yang jatuh ke dalam lubang hitam dan menghasilkan sinar-X, tetapi gagal untuk mendeteksi. sumber. .

Sekarang, dengan pengamatan Chandra yang lebih baru dan jangka panjang yang diperoleh pada tahun 2018, sebuah tim yang dipimpin oleh Kayhan Gultekin dari Universitas Michigan di Ann Arbor sedang melakukan pencarian lebih dalam untuk lubang hitam di pusat galaksi. Mereka juga mempertimbangkan penjelasan alternatif, di mana lubang hitam dikeluarkan dari pusat galaksi induk.

Editor: Dini Listiyani

Source