Pandemi Menempatkan Wanita Hamil pada Risiko Melahirkan Dini

Bisnis.com, JAKARTA – Covid-19 telah menyebar jauh dan luas di seluruh dunia dengan efek mematikan bagi sebagian besar orang. Tidak hanya para lansia yang berisiko tinggi mengalami komplikasi dari penyakit mematikan ini, ibu hamil juga berisiko besar mengalami persalinan prematur.

Dikutip dari Pinkvilla.com, Rabu (23/12/2020), menurut berbagai penelitian, ibu hamil perlu ekstra hati-hati selama masa pandemi ini karena kemungkinan melahirkan secara prematur sangat tinggi. Persalinan prematur adalah saat bayi lahir sebelum minggu ke-37 kehamilan.

Beberapa minggu terakhir kehamilan (37-40) adalah minggu-minggu terpenting karena otak dan organ indera bayi berkembang selama periode ini dan berat badan bayi juga bertambah selama minggu-minggu ini. Jika bayi lahir prematur, ia cukup lemah dan diawasi selama beberapa hari.

Menjadi positif Covid-19 selama kehamilan dapat berdampak buruk pada janin dan dapat dikaitkan dengan kelahiran prematur dan bahkan hasil yang parah. Ketika seorang wanita hamil tertular virus yang menular, sistem kekebalannya aktif dan melawan infeksinya. Hal ini seringkali menyebabkan peradangan pada tubuh, dan peradangan merupakan faktor risiko kelahiran prematur.

Bagaimana ibu hamil bisa ekstra hati-hati?

Jika seorang wanita hamil maka dia harus melakukan social distancing sejak hari pertama kehamilannya. Memakai masker dan sering mencuci tangan adalah suatu keharusan.
Dia harus menghindari kerumunan dan membatasi jalannya.

Dia bisa mendapatkan vaksinasi flu karena ini akan membantu mengurangi kemungkinannya terkena infeksi dan juga akan menjaga sistem kekebalannya tetap kuat. Sangat penting baginya untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kesulitan bernapas atau gejala lain yang berkaitan dengan Covid-19.

Anggota keluarga yang tinggal bersama ibu hamil juga harus menjaga jarak sosial dan menghindari pertemuan. Sanitasi semua yang berasal dari luar rumah, baik itu bahan makanan, pakaian, obat-obatan, dll.

Dia harus memiliki diet seimbang termasuk sayuran berdaun hijau, buah-buahan segar, kacang-kacangan dan buah-buahan kering, dll. Makanan yang kaya omega 3, zat besi dan seng sangat bermanfaat. Dia harus tetap terhidrasi sepanjang hari.

Jika seorang wanita hamil menunjukkan gejala yang berhubungan dengan Covid-19 pada saat persalinan, ibu dan bayinya harus dipisahkan secara terpisah setidaknya selama 14 hari untuk menghindari kemungkinan penularan.

Bagaimana Cara Merawat Bayi Prematur Saat Covid-19?

Bayi yang lahir prematur berisiko mengalami masalah kesehatan yang serius. Untuk menghindari hal tersebut, bayi prematur disimpan di NICU sampai mereka fit untuk pulang. NICU memberikan perawatan khusus untuk bayi prematur.

Para ibu sebaiknya tidak melihat bayinya jika mereka positif COVID-19. Sangat penting untuk menjaga bayi agar aman dari infeksi. Beberapa kerabat lain, yang dites negatif Covid-19, harus menemani bayi itu sampai ibunya pulih.

Meskipun ibu tidak dapat menyusui bayinya secara langsung, ia dapat memerah ASI melalui pompa dan menyerahkan ASI yang telah diperas dalam botol kepada pengasuh bayi. Ibu harus benar-benar memakai masker dan mencuci tangan sebelum memeras susu dan botol harus dibersihkan dengan benar sebelum digunakan.

Jangan biarkan siapa pun menemui bayi sampai ia bugar. Minta orang untuk menjaga jarak sosial bahkan saat bayi pulang. Orang harus selalu memakai masker dan membersihkan tangan sebelum menggendong bayi.

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.

Source