Panas, Harga CPO Mencapai 4.000 Ringgit

Bisnis.com, JAKARTA – Harga CPO di Bursa Malaysia kembali mencapai 4.000 ringgit per ton pada perdagangan pasar derivatif hari ini (23/3/2021) untuk pengiriman Juni 2021 hingga pukul 09:55 WIB.

Harga CPO tercatat melonjak menjadi 4.001 ringgit atau naik 145 ringgit dibandingkan penutupan kemarin di level 3.988 ringgit Malaysia.
Dalam perdagangan selama ini, harga CPO tertinggi berada pada level 4,011 ringgit.

Level ini, meski belum memecahkan rekor sebelumnya yaitu 4.141 ringgit per ton pada kuartal pertama 2021, tetap menjadi rekor tersendiri karena merupakan salah satu rekor tertinggi sejak 2008.

Kenaikan harga CPO juga tercermin dari indeks Agri yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia. Indeks yang didominasi oleh perusahaan perkebunan ini mengalami lonjakan tertinggi, yakni 1 persen. Tertinggi dibandingkan indeks sektoral lainnya.

Sejumlah emiten sawit seperti grup Rajawali dan Felda, BWPT melonjak 4,88 persen menjadi Rp129, grup Salim dan LSIP melonjak 1,77 persen ke level Rp1.440. Begitu pula dengan perusahaan sawit asal Sinar Mas, SSMS yang melonjak 1 persen menjadi Rp1.015.

Sedangkan emiten sawit asal Saratatoga, PALM stagnan di level Rp330. Di sisi lain, emiten sawit Grup Bakrie, UNSP, berada di zona merah dengan harga Rp117 per saham.

Tonton Video Unggulan Di Bawah Ini:

Simak berita lain tentang topik artikel ini, di sini:

harga cpo cpo

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.

Source