Palestina Tetapkan Ketentuan Jika AS Ingin Menormalisasi Hubungan

Memuat …

RAMALLAH – Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah menetapkan persyaratan tertentu untuk menormalkan hubungan Amerika Serikat (AS) . Kondisi tersebut ditetapkan dalam rapat Komite Eksekutif PLO yang berlangsung di Ramallah.

Panitia, seperti dilansir Sputnik, Minggu (20/12/2020), menyatakan akan setuju memulihkan hubungan dengan Amerika Serikat jika pemerintahan baru kembali mengizinkan PLO membuka kembali kantornya di Washington.

AS pada September 2018 mengumumkan penutupan kantor perwakilan PLO. Departemen Luar Negeri AS mengatakan alasan penutupan kantor PLO adalah karena tidak berbuat banyak untuk melakukan upaya perdamaian Israel-Palestina. ( Baca juga: Hamas menyatakan siap melanjutkan proses rekonsiliasi Palestina )

“Kondisi lain termasuk menarik dukungan untuk rencana Israel untuk memperpanjang kedaulatannya atas bagian Tepi Barat dan kegiatan pemukiman dan melanjutkan diskusi tentang solusi dua negara,” katanya.

Pada bulan September, Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan bahwa penting bagi lebih banyak negara untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat, tetapi juga penting untuk terus mengupayakan solusi dua negara dengan Palestina.

Solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina membayangkan sebuah negara Palestina merdeka berdampingan dengan Israel, di sebelah barat Sungai Jordan. ( Baca juga: Pakar PBB Dorong Investigasi Pembunuhan Pemuda Palestina oleh Israel )

Batas antara kedua negara masih menjadi bahan sengketa dan negosiasi, dengan kepemimpinan Palestina dan Arab yang bersikukuh pada “perbatasan tahun 1967”, yaitu negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanuya, yang tidak dapat diterima Israel.

(esn)

Source