Orang Prancis ditangkap di Bali karena dugaan senjata, kepemilikan narkoba

Polisi Indonesia telah menangkap seorang Prancis karena diduga memiliki senjata dan obat-obatan terlarang di pulau resor Bali

Putra mengatakan petugas juga menemukan dua bungkus plastik kecil berisi 4,8 gram (0,17 ons) sabu di rumah Bitar.

Penangkapan itu berdasarkan informasi dari warga sekitar yang mencurigai ada orang asing yang melakukan transaksi narkoba di daerah tersebut, kata Putra.

“Kami masih menyelidiki bagaimana tersangka mendapatkan senjata dan obat-obatan itu,” katanya kepada wartawan pada konferensi pers. “Senjata api tidak diizinkan di Bali.”

Bitar menghadapi kemungkinan hukuman mati jika terbukti memiliki senjata dan obat-obatan terlarang, kata Putra.

Penangkapan hari Senin ini merupakan yang kedua kalinya bagi Bitar di Bali. Putra mengatakan dia ditangkap di pulau itu pada tahun 2014 dengan 3,14 gram (0,11 ons) kokain di sakunya dan dijatuhi hukuman empat bulan penjara setelah dia berhasil meyakinkan hakim bahwa kokain itu hanya untuk digunakan sendiri.

Indonesia memiliki undang-undang senjata dan obat-obatan terlarang yang sangat ketat, dan para penyelundup terpidana sering dieksekusi. Lebih dari 140 orang dijatuhi hukuman mati, sebagian besar karena kejahatan narkoba. Sekitar sepertiga dari mereka adalah orang asing.

Source