Orang Indonesia Dibalik Teknologi Otomasi Tesla

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembangan sistem otomasi kendaraan Tesla atau disebut Full Self-Driving (FSD) beta yang diluncurkan pada Oktober 2020 rupanya melibatkan warga negara Indonesia.

Dia adalah Moorissa Tjokro. Wanita berusia 26 tahun ini bekerja sebagai Autopilot Software Engineer untuk Tesla di San Francisco, California, Amerika Serikat.

Moorisa menjelaskan, profesinya termasuk mengembangkan computer vision. Sistem menghubungkan kamera, komputasi edge atau berbasis cloud, perangkat lunak, dan kecerdasan buatan (AI), sehingga sistem dapat “melihat” dan mengidentifikasi objek.

“Apakah ada mobil di depan kita? Sampah di kanan kita? Dan juga bagaimana kita bisa bergerak atau yang disebut kontrol dan perencanaan perilaku ke kanan dan kiri,” ujarnya saat wawancara dengan VOA belum lama ini.

Moorisa telah bekerja di Tesla sejak Desember 2018. Sebelum menjabat posisinya saat ini, ia adalah seorang Data Scientist, yang juga menangani perangkat lunak mobil. Saat ini, perempuan kelahiran 1994 ini bertugas mengevaluasi software kendaraan otonom.

Dia mengatakan bahwa sistem beta FSD adalah salah satu proyek terbesar yang dia kerjakan.

Rangkaian teknologi FSD otonom Tesla bisa dibilang paling dekat dengan Level 5, puncak sistem otomasi mobil. Pada titik ini, kebutuhan akan kendali manusia benar-benar hilang.

Mobil otonom merupakan kendaraan yang dapat menjelajahi lingkungannya dan bergerak tanpa bantuan manusia. Mobil ini menggunakan berbagai fitur seperti radar, laser beam, GPS, odometry dan computer vision untuk mendeteksi hal-hal di sekitarnya.

“Karena kita ingin mobilnya benar-benar berfungsi sendiri. Apalagi kalau di tikungan. Tidak hanya di jalan tol, tapi juga di jalan biasa,” kata Moorisa.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, sebuah video di YouTube memperlihatkan bagaimana Tesla Model 3 mampu berkembang secara mandiri melalui kemampuan software FSD beta.

Dalam video tersebut, Model 3 yang dilengkapi dengan sistem FSD mengikuti truk sampah yang berjalan lambat dan berhenti beberapa kali. Akibatnya, sistem mobil memutuskan bahwa tindakan terbaik adalah menyalipnya.

Dengan layar dashboard yang menunjukkan situasi jalan raya, Tesla Model 3 perlahan bergerak ke kiri untuk melihat kendaraan dari arah berlawanan. Setelah menyadari tidak ada lalu lintas yang lewat, mobil tersebut langsung menyalip truk tersebut.

Di satu sisi, video ini menunjukkan kemampuan mengesankan sebuah kendaraan otonom. Namun, kemampuan manuver mobil saat menyalip masih kurang mulus sehingga pengemudi harus turun tangan. Juga, mobil sudah terlalu lama berada di jalur berlawanan.

Simak berita lain tentang topik artikel ini, di sini:

tesla

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.


Source