OJK Tegaskan Tidak Pernah Setuju PKPU Kresna Hidup

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tidak pernah menyetujui Permohonan Penundaan Kewajiban Utang (PKPU) yang diajukan oleh pihak manapun kepada PT Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life.

Wakil Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo menjelaskan, pihaknya menghormati proses hukum dan putusan pengadilan terkait PKPU Kresna Life. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menetapkan perusahaan berstatus PKPU selama 45 hari terhitung sejak 10 Desember 2020.

Ia juga menegaskan, pihak berwenang tidak pernah menyetujui permintaan pihak manapun untuk mengajukan PKPU terhadap Kresna Life. Menurutnya, OJK tidak pernah mengajukan permohonan PKPU Kresna Life ke pengadilan.

Putusan sela PKPU diajukan oleh Pemohon atas nama Lukman Wibowo yang diwakili Kuasa Hukum Benny Wullur SH & Associates terhadap PT Asuransi Jiwa Kresna atau AJK, kata Anto, Rabu (23/12/2020) melalui keterangan resmi. .

Berdasarkan pasal 50 Undang-Undang (UU) 40/2014 tentang Perasuransian, permohonan pernyataan pailit terhadap perusahaan asuransi, asuransi syariah, reasuransi, atau reasuransi syariah hanya dapat diajukan oleh OJK. Sementara itu, ada dua permohonan PKPU yang telah diajukan ke OJK dan ditolak oleh otoritas.

Menurut Anto, dua permintaan tersebut berasal dari JG Law Firm yang mewakili Lie Herton dan Rudy Kartadinata pada 6 Agustus 2020, serta dari Benny Wullur SH & Associates Law Office yang mewakili 15 pemegang polis Kresna Life pada 11 Agustus 2020.

Terkait hal tersebut, OJK telah mengundang kepada Direksi Kresna Life untuk meminta penjelasan terkait tindak lanjut upaya hukum PKPU yang akan dilakukan oleh Kresna Life. Dalam kesempatan tersebut, Direksi Kresna Life menyampaikan sikap yang mana intinya keberatan dengan keputusan tersebut, ”kata Anto.

Manajemen keberatan karena perseroan telah merundingkan penyelesaian kewajiban kepada pemegang polis. Hingga Jumat (18/12/2020), Kresna Life telah mendapatkan persetujuan kesepakatan bersama untuk 8.054 polis atau 77,61 persen dari total polis, untuk kewajiban sebesar Rp 3,85 triliun atau 55,76 persen dari total kewajiban.

Perseroan juga sudah mulai membayar kewajiban kepada pemegang polis sebesar Rp283,60 miliar untuk 5.672 polis.

“Menindaklanjuti pertemuan dengan pengurus Kresna, OJK mengajukan surat yang meminta Kresna Life untuk mengambil langkah hukum terhadap putusan pengadilan, termasuk upaya hukum luar biasa, sesuai ketentuan perundang-undangan,” kata Anto.

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.


Source