Nocturia, Bangun untuk Buang Air Kecil hingga Kencing di Tengah Malam

Jakarta, CNN Indonesia –

Bangun karena suara keras, mimpi, atau suara alarm mungkin biasa terjadi. Tapi pernahkah Anda terbangun karena ingin buang air kecil? kencing? Jika demikian, Anda patut curiga dengan pengalaman ini termasuk nocturia.

Apa itu nokturia?

Harrina Erlianti Rahardjo, Ketua Perhimpunan Wanita dan Urologi Fungsional Indonesia (INASFFU) sekaligus Staf Medis Bagian Urologi, FKUI-RSCM menjelaskan nokturia adalah berapa kali masa buang air kecil (kencing) saat tidur primer. Tidur utama berarti tidur lama dalam sehari. Umumnya masyarakat memiliki porsi tidur utama pada malam hari, namun bukan tidak mungkin porsi tidur utama juga bisa pada siang hari. Harrina menuturkan, tidur utama pada siang hari biasa dilakukan oleh orang yang bekerja pada malam hari.

Kunci mengenali nokturia adalah ketika bangun tidur untuk buang air kecil, kemudian diikuti dengan keinginan untuk kembali tidur.

“Biasanya orang tidak bangun (saat tidur primer). Dalam beberapa penelitian, nokturia relevan dengan gangguan kualitas hidup, serta risiko berkembangnya penyakit penyerta. Frekuensi buang air kecil dua kali atau lebih dalam semalam. Tapi malah bangun tidur. juga dianggap nokturia, ”kata Harrina saat webinar bersama Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dan INASFFU, Jumat (18/12).

Kencing yang terus ia lakukan di tengah tidur utama kerap dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Padahal nokturia perlu dievaluasi. Jika tidak ditangani, nokturia dapat mengganggu kualitas tidur dan seringkali mengganggu kualitas hidup.

Saat tidur terganggu, esok harinya mood buruk, performa kerja terganggu karena penurunan fungsi kognitif. Nocturia juga dikaitkan dengan jatuh di kamar mandi, kecelakaan kerja serta kecelakaan lalu lintas akibat berkurangnya perhatian dan kelelahan akibat kurang istirahat.

Aktivitas buang air kecil atau kencing berhubungan dengan asupan cairan. Nokturia bisa disebabkan oleh pola makan sehari-hari dan terlalu banyak asupan cairan, terutama menjelang tidur. Tapi Harrina mengatakan asupan cairan bukan satu-satunya penyebab nokturia. Selain asupan cairan, berikut beberapa penyebab nokturia.

– Saluran kemih yang terlalu aktif karena prostat
– masalah ginjal, seperti gagal ginjal
– gangguan hormon, misalnya diabetes melitus
– gangguan tidur, seperti insomnia, mendengkur
– Kondisi kardiovaskular, misalnya konsumsi obat untuk jantung yang bisa memicu buang air kecil
– diet, konsumsi makanan tinggi garam dan gula

“Ada hal sederhana yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi nokturia, seperti konsumsi makanan rendah garam dan kalori, lalu membatasi asupan cairan, terutama sebelum tidur. Jenis yang dianjurkan tetap air putih,” ujarnya.

Namun, bila nokturia tidak berubah atau semakin parah, sebaiknya kunjungi dokter. Dari sini dokter akan mengecek kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk catatan kencing harian, cek urine serta pemeriksaan urine pasca kencing.

(els / chs)

[Gambas:Video CNN]


Source