Nia Ramadhani memakai kalung seharga Rp. 8.500 tapi tetap mewah

Jakarta

Berulang kali Nia Ramadhani mengatakan penampilan tidak perlu mahal agar terlihat mewah dan bugar. Itu semua tergantung kepribadian seseorang.

Seperti yang dia tunjukkan di depan Bubah Alfian di siaran Madam Boss. Saat itu Bubah mempertanyakan barang termahal yang pernah dibeli Nia Ramadhani.

“Apa barang termahal yang pernah dibeli Sis Nia?” tanya Bubah sambil memasang wajah Nia Ramadhani.

“Kenapa harus yang paling mahal?” jawab Nia dengan santai. Karena gambarnya mahal, kata Bubah lagi.

Istri Ardi Bakrie memang selalu jadi sorotan karena penampilannya. Ternyata, Nia Ramadhani bukanlah tipikal orang yang selalu harus mahal.

Ia juga khawatir jika selalu membicarakan barang mahal. Ibu tiga anak ini tak ingin membuat orang minder.

“Tapi orang takut kalau selalu bilang yang paling mahal pasti ada yang bisa termotivasi. Ada baiknya kalau lihat, kok bisa? Terus gimana caranya? Terus gimana? Jatuhkan saja,” jelas Nia Ramadhani.

“Sebenarnya yang ini tidak perlu mahal, yang penting karakter diri, tubuh, wajah. Saya sudah bicarakan itu sebelumnya,” imbuhnya.

Nia Ramadhani memakai kalung seharga Rp. 8.500. Foto: Nia Ramadhani mengenakan kalung senilai Rp. 8.500.

Kemudian asisten Nia Ramadhani mengingatkannya tentang kalung yang dikenakannya. Nia Ramadhani langsung melihat dan memegang kalung keriput itu.

“Orang-orang kadang harganya delapan ribu lima ratus. Jadi kadang emas (bukan emas asli), lama-lama kalau kena air berubah jadi barang kan? Kadang Prita, ‘Ngga pikir ini pake lagi ! ‘.’ Oke ganti ‘”Cerita Nia Ramadhani membuat Bubah Alfian percaya.

“Ini delapan ribu lima ratus cuy,” kata Nia tentang harga kalung itu.

Terkadang jika masih menyukai kalung tersebut, Nia Ramadhani malah suka meminta asistennya untuk kembali mewarnai kalung tersebut. Meski pada akhirnya, para asistennya akan meminta Nia Ramadhani membeli yang baru.

“Terus saya bilang tidak bisa khawatir? ‘Saya kira beli baru itu lebih murah’” aku Nia Ramadhani.

(vagina / dar)

Source