Ngeri! Astronot Bisa Jadi Kanibal di Luar Angkasa

Jakarta

Penerbangan ke luar angkasa berisiko tinggi, terutama ke Mars. Jika nanti manusia benar-benar pergi ke sana, dibutuhkan minimal 7 bulan untuk pemberangkatan. Belum lagi kondisi Mars yang sangat ekstrim dibandingkan dengan Bumi. Tidak menutup kemungkinan seorang astronot meninggal. Lalu bagaimana?

Butuh waktu berbulan-bulan jika astronot yang meninggal dalam perjalanan atau di Mars dikembalikan ke Bumi. Para ahli juga membahas masalah ini karena tidak ada standar tentang apa yang harus dilakukan jika ini terjadi. NASA juga belum mengaturnya.

“Jika Anda ingin pergi ke Mars, bersiaplah untuk mati,” kata CEO SpaceX Elon Musk. SpaceX sendiri ingin membuka jalan untuk mengirim manusia pertama ke Mars.

Ada beberapa skenario. Pertama, jika astronot meninggal dalam perjalanan ke Mars, jasadnya bisa disimpan di lemari es hingga mendarat di Mars. Pilihan lainnya adalah membuang badan keluar dari pesawat alias ke ruang angkasa yang luas.

“Saat ini, tidak ada pedoman khusus, baik oleh NASA maupun di tingkat internasional, yang akan membahas penguburan astronot yang meninggal dengan melepaskan mereka ke luar angkasa,” kata Catherine Conley dari Kantor Perlindungan Planet NASA.

Jika langkah yang mungkin dianggap tidak etis diambil, banyak mayat mungkin berada di jalur menuju Mars jika penerbangan sering terjadi.

Lalu jika astronot meninggal di permukaan Mars, harus ada prosedur yang ketat karena NASA melarang segala kontaminasi Mars dengan mikroba dari planet Bumi. “Tidak ada batasan selama semua mikroba dari bumi terbunuh, jadi kremasi akan diperlukan,” kata Conley seperti dikutip. detikINET dari Daily Mail, Selasa (20/4/2021).

Tapi ada kemungkinan lain yang terdengar mengerikan. Bisa jadi dalam skenario terburuk, jenazah para astronot yang tewas dimakan oleh astronot lain alias kanibal. Ini dianggap mungkin jika bisnisnya hidup dan mati.

Hal seperti ini pernah terjadi, misalnya pada kecelakaan pesawat di pegunungan Andes pada tahun 1972. Para penyintas tidak memiliki makanan dan tidak dapat berkomunikasi. Jadi untuk bertahan hidup, mereka mengambil keputusan sulit dengan memakan penumpang yang mati. Bisa jadi kejadian serupa terjadi di Mars.

“Meskipun kami sangat menghormati mayat, hidup adalah yang paling penting dan jika satu-satunya cara kami dapat bertahan adalah dengan memakan mayat, itu dapat diterima jika tidak diinginkan,” kata ahli biologi etis Paul Wolpe.

Duh, jangan begitu, detikers. Bagaimana menurut anda? Coba ungkapkan pendapatmu di kolom komentar ya!

Menonton video “Suara Angin Direkam dari Mars
[Gambas:Video 20detik]

(fyk / fay)

Source