Netanyahu Menjalani Vaksinasi Covid-19 Muslim Pertama

Benyamin Netanyahu meminta vaksinasi Covid-19 pertama

REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV— Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menerima suntikan pertama vaksin Covid-19. Langkah ini menandai Israel memulai peluncuran vaksinasi nasional selama beberapa hari mendatang.

Netanyahu, sekarang 71 tahun, disuntik dengan vaksin Pfizer-BioNTech, yang merupakan temuan warga Muslim Turki Ugur Sahin, bersama dengan menteri kesehatan Israel. Vaksinasi ini disiarkan langsung di TV di Sheba Medical Center di Ramat Gan, dekat Tel Aviv.

“Saya minta vaksinasi dulu, bersama Menteri Kesehatan Yuli Edelstein, sebagai contoh pribadi dan mendorong Anda untuk divaksinasi,” kata Netanyahu kepada penonton televisi. Alarabiya, Sabtu (19/12).

Setelah menerima suntikan vaksin, masing-masing harus menerima suntikan penguat lagi dalam waktu tiga minggu untuk perlindungan optimal dari virus corona baru.

Sementara itu Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mendapat suntikan langsung di televisi hari Jumat, sementara Presiden terpilih Joe Biden akan menerima suntikannya pada hari Senin.

Adapun Presiden Amerika saat ini, Donald Trump telah menjelaskan bahwa dia tidak berencana untuk mengambil vaksin dalam waktu dekat dengan keyakinan bahwa kesembuhannya dari serangan Covid-19 telah memberinya kekebalan.

Kementerian kesehatan terbaru Israel melaporkan lebih dari 370.000 orang telah dites positif terkena virus sejak negara itu mengonfirmasi kasus pertamanya pada Februari. Lebih dari 3.000 orang telah meninggal, di negara berpenduduk sekitar 9 juta.

Vaksin tersebut rencananya akan diluncurkan di 10 rumah sakit dan pusat vaksinasi di sekitar Israel untuk petugas kesehatan mulai Minggu (20/12), menurut Kementerian Kesehatan. Selama minggu ini, pernyataan kementerian mengatakan vaksinasi akan diperluas ke masyarakat umum, dimulai dengan mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Source