NasDem Minta Jokowi Ikut Cegah Kebingungan Vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara pertama kali diperkenalkan November lalu oleh Terawan Agus Putranto saat masih menjabat Menteri Kesehatan. Riset pengembangan vaksin berbasis sel dendritik ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Litbang Kementerian Kesehatan dan PT Rama Emerald Multi Sukses.

Rama Emerald adalah pemegang lisensi Aivita Biomedical Inc, sebuah perusahaan farmasi yang berbasis di Amerika Serikat, pengembang terapi sel dendritik SARS-CoV-2. Meski BPOM belum memberikan izin uji klinis tahap kedua, tim peneliti sudah mulai menyuntikkan vaksin Nusantara kepada relawan sejak pekan lalu. Polemik ini juga memicu aksi suportif terhadap Vaksin Nusantara versus BPOM.

Epidemiologi Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengatakan, sebaiknya tim peneliti vaksin Indonesia melakukan pembenahan sesuai anjuran BPOM. Ia mengatakan, keputusan BPOM – sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengontrol keamanan pangan dan produk obat, termasuk vaksin – harus dihormati.

“Tidak, tidak mbalelo, lanjutnya, meski secara prosedural jelas tidak sesuai. Ya, untuk sementara hentikan dan perbaiki, “kata Windhu.

Ia mengingatkan para politikus agar tidak ikut campur dalam penelitian ilmiah, apalagi menyerang BPOM dengan tuduhan tidak nasionalisme.

DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI

Baca baca: Nasionalisme Kebebasan Vaksin Nusantara Buatan Terawan

Source