NASA Mendeteksi Gemuruh Misterius di Mars

Jakarta, CNN Indonesia –

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dikabarkan berhasil merekam auman misterius di Mars. Suara itu direkam oleh robot milik NASA, InSight.

Raungan itu berasal dari wilayah ekuator Mars yang disebut Cerberus Fossae. Deru misterius itu disebut sama dengan fenomena gempa bumi di Bumi. Fenomena ini terjadi pada 7 Maret dan 18 Maret. Rangkaian patahan di Cerberus Fossae adalah salah satu tempat paling aktif secara geologis di Planet Merah saat ini.

Para peneliti menduga, fenomena tersebut terjadi karena pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam Mars. Fenomena yang disebut Marsquakes, diperkirakan pernah terjadi sebelumnya di Cerberus Fossae.



Wilayah Cerberus Fossae diisi dengan sederet cekungan besar yang hampir terhubung satu sama lain. Serial tersebut dibuat saat ada aktivitas vulkanik di planet tersebut.

Dikutip Sciencealert, kawasan Cerberus Fossae merupakan salah satu pusat aktivitas gempa dan menarik untuk dipelajari karena ketidakstabilan geologisnya.

Menurut para ahli NASA, gempa bumi atau gempa bumi di Mars tidak memiliki mekanisme tektonik yang sama dengan gempa bumi di Bumi. Namun anehnya kejadian tersebut tercatat tepat setahun sekali di Mars, atau setiap dua tahun di Bumi bagian utara Mars.

Sky News melaporkan bahwa permukaan Mars hampir seperti Bulan, yang jauh lebih tenang daripada Bumi. Namun permukaan Mars dapat mengalami getaran akibat proses kontraksi yang menyebabkan terjadinya tekanan pada permukaan Mars.

Ilmuwan NASA memperkirakan bahwa musim panas ini InSight akan memiliki kesempatan untuk mendengarkan gempa bumi karena angin di Mars lebih tenang.

NASA menggunakan Seismometer InSight yang disebut Eksperimen Seismik untuk Struktur Interior (SEIS) untuk mendeteksi suara gemuruh. Sistem ini nantinya akan merekam pergerakan permukaan Mars.

Karena Mars menjauh dari Matahari, saat ini kinerja InSight sedang menurun, karena tidak mendapat daya dari sinar matahari.

InSight diprediksi akan memperoleh energi setelah posisi Mars kembali mendekati Matahari pada Juli.

Hingga saat ini tim akan mematikan instrumen InSight satu per satu agar mereka dapat berhibernasi untuk menghemat daya, dan bangun secara berkala untuk memeriksa kondisi mereka sendiri dan mengirim pesan ke Earth.

(kaleng / mikrofon)

[Gambas:Video CNN]


Source