Nanti Malam Komet Lemmon Akan Melintasi Langit Indonesia, Warga Bisa Menonton Dengan Mata Telanjang

Perkiraan waktu membaca: 2 menit

NOTIF.ID BANDUNG – Malam ini fenomena langka akan terjadi di langit Indonesia. Komet bernama Lemmon akan melintasi langit Indonesia setelah matahari terbenam.

Yatni selaku Staf Riset Observatorium Bosscha mengatakan, Komet Lemmon mulai muncul pada pukul 09.00 WIB pagi ini dan akan terbenam pukul 21.00 WIB. Menurutnya, jika beruntung, orang bisa mengamati fenomena langka ini dengan mata telanjang.

Sebab, kata dia, komet tersebut memiliki magnitudo 6 atau ambang batas mata untuk melihat benda bercahaya di langit. Itu pun akan terpengaruh oleh tidak adanya polusi udara dan tidak adanya awan.

“Kebetulan magnitudonya 6 atau ambang mata bisa melihat kecerahan benda langit. Kalau posisinya pas, baru bisa melihatnya setelah matahari terbenam,” katanya.

Namun, lanjut Yatni, jika ingin pengamatan lebih jelas, bisa menggunakan alat seperti teropong atau teleskop kecil.

Yatni mengatakan Komet Lemmon memiliki lintasan orbit yang sangat elips. Saat ini bergerak mendekati matahari atau pendekatan terdekat.

“Saat dekat dengan matahari, panas bisa memanaskan materi komet, sehingga komet bisa menghasilkan gas bercahaya dan debu. Itu waktu yang paling memungkinkan untuk melihat dari bumi,” ujarnya.

Nama Komet Lemmon sendiri mengacu pada tempat pertama kali ditemukan pada tahun 2019 di Pegunungan Lemmon Amerika. Faktanya, komet tidak bersinar saat berada jauh dari matahari.

Karena komponen utama komet adalah batuan, debu dan es. Letaknya jauh dari tata surya sehingga sangat redup, nah kalau sudah dekat matahari, sinar matahari memanaskan gas dan molekul yang ada di komet. Jadi yang menghasilkan gas terionisasi yang bercahaya dan akhirnya bisa dilihat di bumi, “katanya.

Observatorium Bosscha sendiri akan melakukan kegiatan observasi oleh para astronom. Meski demikian, tetap memperhitungkan kondisi cuaca. Biasanya fokus pengamatan ada pada komponen komet.

“Kita biasa mengamati komponen komet, karena komet bisa dibilang salah satu artefak pembentukan Tata Surya. Teorinya apakah air di bumi ini berasal dari komet. Jadi pengamatan komet biasanya tentang komponennya. Seberapa besar airnya. konten di komet. Dan bagaimana molekul komet berubah saat mendekati matahari, “katanya.(res / ell)

Source