Myanmar Hunger Games, Orang-orang Melawan Kudeta Suu Kyi

Jakarta, CNBC Indonesia – Kelompok junta militer Myanmar berhasil melancarkan kudeta kekuasaan. Dalam pemimpin kudeta ini de facto Myanmar dan aktivis demokrasi Aung San Suu Kyi ditangkap atas tuduhan kecurangan dan kepemilikan dalam pemilihan November 2020 walkie talkie liar.

Militer Myanmar mengatakan akan mengambil alih kekuasaan di negara itu tahun depan. Melihat hal tersebut, muncul rasa penolakan dari masyarakat Myanmar yang baru saja lepas dari rezim militer pada 2015 ketika Suu Kyi dan partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memenangkan pemilu yang dianggap pemilu demokratis. .

Lantas, apa yang dilakukan rakyat Myanmar dalam menentang kudeta militer ini? Berikut ini adalah daftar lamaran Myanmar Times.

1. salam 3 jari

Salam 3 jari ini diadopsi dari film “The Hunger Games” yang rilis pada tahun 2012. Salam 3 jari ini melambangkan ketidaktaatan masyarakat terhadap rezim kekuasaan militer.

Warga Myanmar memposting foto tiga jari mereka di media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram sambil menulis tagar #JusticeforMyanmar dan #democracy untuk mendukung para pemimpin yang ditahan, termasuk Suu Kyi.

2. Ketidaktaatan Publik

Hal tersebut diprakarsai oleh tenaga kesehatan (nakes) yang berasal dari kota Mandalay yang merupakan salah satu kota besar di negeri Pagoda Emas. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak akan bekerja sebagai bentuk aksi damai dalam memprotes rezim militer.

Aksi ini menjadi viral dan diikuti oleh beberapa petugas kesehatan dari seluruh Myanmar. Namun hal tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang penanggulangan Covid-19, mengingat tindakan tersebut telah terjadi di 80 rumah sakit umum yang menangani pandemi tersebut.

Untuk itu mereka membagi beberapa tenaga kesehatan ke dalam sistem scepat. Gaji bagi mereka yang bekerja juga berasal dari program penggalangan dana komunitas yang mendukung aksinya.

3. Nyalakan Lilin

Aksi ini digagas oleh beberapa seniman dan tokoh masyarakat di negeri itu. Lilin adalah simbol cahaya dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

4. Gambar, Spanduk, dan Gambar profil kosong

Ini dimulai secara online. Beberapa orang mengganti gambar profil media sosial mereka dengan gambar hitam. Selain itu mereka juga berubah Latar Belakang Facebook mereka dengan warna merah melambangkan pesta NLD Aung San Suu Kyi.

Warga Burma yang tinggal di Thailand memegang foto pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi selama protes di depan Kedutaan Besar Myanmar, di Bangkok, Thailand, Senin, 1 Februari 2021. Militer Myanmar telah mengambil kendali atas negara itu di bawah satu- tahun keadaan darurat dan laporan mengatakan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan para pemimpin pemerintah lainnya telah ditahan.  (Foto AP / Sakchai Lalit)Foto: Puluhan pekerja migran Myanmar di Thailand berdemonstrasi di depan kedutaan Myanmar di Thailand, Senin (1/2/2021). Demonstrasi tersebut terkait dengan kudeta militer yang saat ini melanda negara asalnya.
Warga Burma yang tinggal di Thailand memegang foto pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi selama protes di depan Kedutaan Besar Myanmar, di Bangkok, Thailand, Senin, 1 Februari 2021. Militer Myanmar telah mengambil kendali atas negara itu di bawah satu- tahun keadaan darurat dan laporan mengatakan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan para pemimpin pemerintah lainnya telah ditahan. (Foto AP / Sakchai Lalit)

Halaman 2 >>>

Source