Murah! Berikut Daftar Tarif Pengisian Listrik Untuk Mobil Listrik

Jakarta, CNBC Indonesia – Tidak hanya mengurangi polusi udara, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai lebih murah dibanding konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Komersial dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menyebutkan harga pembebanan (pengisianListrik Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Umum Listrik (SPKLU) sebesar Rp 2.466 per unit. kilo Watt jam (kWh).

“Iya lebih murah (dari bensin). Satu kWh Rp 2.466 per kWh,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (18/12/2020).

Kata Bob, tarif ini masih akan lebih murah jika pengisian listrik dilakukan di rumah. Hal ini, menurutnya, karena tarif listrik akan mengikuti tarif rumah tangga.

Mengisi di rumah bahkan lebih rendah. Berikut tarif listrik rumah tangga, ”jelasnya.

Ia juga memaparkan mengapa tarif pengisian listrik untuk kendaraan listrik lebih murah dibanding penggunaan bensin pada kendaraan konvensional. Jika kendaraan listrik terisi penuh, diperlukan daya sebesar 38,3 kWh. Dengan tenaga sebesar itu, kendaraan listrik mampu menempuh jarak hingga 373 kilometer (km).

Dengan menghitung jika 373 km dibagi 38,3 kWh, maka per kWh dapat menempuh jarak 9,7 km.

“Kalau penuh ada 38,3 kWh, sampai 373 km itu referensi ke Hyundai Ionic. Jadi satu kWh sama dengan kurang lebih 373 / 38,3 = 9,7 km / kWh,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mobil konvensional yang menggunakan bensin, Bob mengatakan konsumsi per 1 liter bensin untuk sebuah mobil bisa menempuh jarak sekitar 11 km. Misalkan mobil tersebut menggunakan bensin jenis Pertamax dengan harga Rp. 9.000 per liter, artinya per 1 km jarak tempuh, biayanya sekitar Rp 818 bensin.

Sedangkan untuk kendaraan bermotor listrik berbahan bakar baterai, setiap 1 kWh mampu menempuh jarak 9,7 km. Dengan tarif pengisian listrik untuk KBLBB sebesar Rp. 2.466 per kWh, artinya biaya per km kendaraan listrik hanya membutuhkan waktu sekitar Rp. 254.

“Untuk bensin dengan mobil sejenis 1 liter itu 11 km,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana, mengatakan pemerintah memastikan terlepas dari batasan tarif listrik yang dikeluarkan PLN untuk KBLBB, menurut dia, tarif yang ada masih lebih kompetitif dibanding lainnya. negara yang telah menggunakan kendaraan listrik dan lebih murah daripada menggunakan bensin.

“Tiap hari kita beli bahan bakar minyak (BBM) dan menggantinya dengan biaya pengisian, perbedaannya cukup signifikan. Dan rasanya kalau yang memakainya adalah motor listrik,” ucapnya.

Lebih lanjut Rida menjelaskan, program ini tidak hanya sebatas memberi manfaat bagi negara, tetapi juga masyarakat karena pengguna kendaraan listrik akan lebih hemat dibandingkan menggunakan bensin.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)


Source