Munculnya kawasan terintegrasi membuat harga properti naik

Jakarta: Konektivitas dan harga akan menarik pasar properti tahun depan. Pasalnya, beberapa wilayah yang dilalui jalur kereta api dan jalan tol mengalami peningkatan.

Dalam survey Rumah.com daerah yang paling prospektif adalah Jakarta Timur karena harganya paling terjangkau jika dibandingkan dengan daerah lain di Jakarta.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, saat ini harga median di wilayah DKI Jakarta berada di kisaran Rp 27 juta per meter persegi.






Bagaimana pendapat Anda tentang artikel ini?

Sedangkan median harga di Jakarta Timur masih Rp 16 juta per meter persegi, atau lebih rendah sekitar 45 persen dibanding wilayah Jakarta lainnya, jelasnya dalam laporan yang dikutip Senin, 21 Desember 2020.

Berkembangnya infrastruktur baru dan munculnya sejumlah kawasan terintegrasi juga menyebabkan beberapa daerah menunjukkan kenaikan harga dengan menyasar konsumen dengan strata ekonomi yang lebih tinggi.

“Salah satunya Jakarta Garden City (JGC) di Cakung seluas 370 hektar. Tak segan-segan membangun hunian kelas menengah-atas di kawasan Cakung, kawasan yang dulu banyak dihindari masyarakat karena merupakan kawasan industri dengan tata kota yang buruk, “katanya.

Kawasan hunian terpadu skala besar ini juga dilengkapi dengan fasilitas umum kelas menengah ke atas seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan sekolah.

“Indeks harga Rumah.com menunjukkan keberadaan kawasan terpadu ini membuat Cakung mengalami kenaikan harga hingga empat persen per tahun,” ujarnya.

Sedangkan kawasan di sekitar JGC yang sudah berdiri yaitu Pulo Gebang mengalami peningkatan yang lebih pesat hingga 10 persen setiap triwulan dan 15 persen pertahun.

Sedangkan Bekasi menjadi salah satu daerah yang berpengaruh besar terhadap indeks harga properti di Jawa Barat sejak triwulan I 2020.

(KIE)

Source