Munarman Lapor Balik Zainal Arifin Atas Penembakan 6 Tentara FPI

TEMPO.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP FPI Munarman menjelaskan, pihaknya telah melapor kepada Ketua Front Kesatria Nusantara Zainal Arifin pada Rabu, 23 Desember 2020. Sebelumnya, Zainal sudah terlebih dahulu melaporkan Munarman ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 22 Desember 2020. , 2020.

“Kami kembali melaporkan Zainal dengan dugaan menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian,” kata salah satu kuasa hukum Munarman, Kurnia Tri Royani, saat dihubungi Tempo, Rabu, 23 Desember 2020.

Kurnia melaporkan Zainal karena diduga melakukan ujaran kebencian dan berita bohong, yakni dengan memberi tahu media bahwa Munarman sedang bermain melawan publik karena menyangkal kepemilikan dua senjata api. Buktinya, pihaknya menghadirkan link berita dan screenshot perkataan Zainal.

Baca juga: Lima Fakta Pelaporan Munarman FPI ke Polisi

“Kemarin mereka melaporkan kepada kami bahwa barang bukti yang kami gunakan sama,” kata Kurnia.

Dalam laporannya, Kurnia yang tergabung dalam Tim LBH Muslim menuding Zainal membuat berita bohong dan / atau fitnah. Zainal diduga melanggar Pasal 28 ayat (1) tentang ITE dan Pasal 14 dan / atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Ketentuan Hukum Pidana Pasal 317 KUHP dan / atau Pasal 310 KUHP. Selain Zainal, tim juga melaporkan seseorang bernama Muhammad Rofii Mukhlis.

Sebelumnya, Zainal yang merupakan mantan Ketua PCNU melaporkan pimpinan FPI itu terkait dugaan penghasutan karena menyebut enam prajurit yang ditembak polisi itu tidak bersenjata.

“Jadi begini, warga sipil tidak boleh membenarkan sebelum ada putusan hukum, apalagi tidak disertai alat bukti, sedangkan negara yang dibenarkan tidak melaporkan perlawanan kepada aparat,” kata Zainal saat dikonfirmasi, Sabtu, 22 Desember 2020.

Selain itu, Zainal menuding Munarman membuat narasi yang bisa mengadu domba publik. Pasalnya, pernyataan polisi selalu berbeda dengan pernyataan terkait bentrokan yang berujung pada penembakan.

“Katanya tidak ada senjata, padahal polisi membuktikan ada senjata lho. Kalau disampaikan terus menerus, narasinya dibangun, bisa berakibat perkelahian satu sama lain, perpecahan anak bangsa,” kata Zainal.

Laporan Zainal tersebut diterima polisi dengan nomor LP / 7557 / XII / YAN 2.5 / 2020 / SPKT PMJ. Zainal mengaku memasukkan beberapa bukti, seperti screenshot dan flash disk ketika Munarman mengatakan bahwa anggota FPI tidak bersenjata.

Munarman dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 22 UU ITE, Pasal 14, 15 dan UU Nomor 1 Tahun 1996 tentang Ketentuan Hukum Pidana dan Pasal 160 KUHP. Dia meminta polisi segera memproses laporan yang dibuatnya.

Source