Munarman Dilaporkan Balik ‘FPI Laskar Tidak Bergairah’, Ditolak Polisi

Jakarta

Sekretaris Jenderal FPI, Munarman, melalui tim kuasa hukum mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kembali Zaenal Arifin dan Muhammad Rofi’i Mukhlis. Namun, polisi menolak laporan tersebut.

Sebelumnya, Munarman akan melaporkan keduanya atas tuduhan pencemaran nama baik. Pelaporan balasan ini dilakukan setelah Munarman dilaporkan atas dugaan penghasutan terkait pernyataannya yang menyebutkan bahwa ‘6 pasukan FPI ditembak mati tanpa senjata api’.

“Kami hari ini melaporkan untuk klien kami Munarman, di mana kami melaporkan ujaran kebencian, penyebaran berita palsu, dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Zaenal Arifin dan Muhammad Rofi’i Mukhlis yang dilakukan pada tanggal 22 Desember,” kata salah satu pengacara. Mumarman, Kurnia Tri Royani, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Namun, upaya pelapor kembali kubu Munarman ternyata ditolak mentah-mentah oleh Polda Metro Jaya.

“Kami sudah bertemu dengan pengabdian masyarakat di sini. Setelah sekuat tenaga kami jelaskan kepada mereka tentang masalah dan kronologisnya, ternyata (laporan) kami tidak diterima,” jelas Kurnia.

Tim kuasa hukum Munarman mengatakan polisi menolak laporan merekaTim kuasa hukum Munarman mengatakan, polisi menolak laporan mereka. (Yogi Ernes / detikcom)

Kurnia menjelaskan alasan polisi menolak laporan partainya. Menurut dia, laporannya ditolak karena Munarman sebelumnya sudah menyurati polisi. Ia menambahkan, hal itu dinilai polisi sudah cukup untuk menanggapi laporan yang dikirimkan Barisan Ksatria Nusantara kepada Munarman.

“Kami dianggap sudah menulis surat ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Jadi itu dianggap cukup, sementara kami berharap ada tanda terima dari kepolisian bahwa laporan kami diterima. Jadi itu menurut kami alasan yang dibuat-buat,” dia menjelaskan.

Menurut Kurnia, ada diskriminasi hukum terkait penolakan laporan Munarman.

“Bagaimana mereka bisa melaporkan diterima sedangkan yang kami laporkan tidak diterima. Jadi ada semacam diskriminasi hukum dan itu jelas,” ujarnya.

Munarman diberitakan tentang pernyataannya tentang ‘Pasukan FPI tidak membawa senjata’, lihat halaman berikutnya.

Source