Munarman Akan Diperiksa Soal Klaim FPI Laskar Tak Bersenjata

Jakarta, CNN Indonesia –

Polda Metro Jaya akan memanggil Sekjen FPI Munarman dalam kasus dugaan penghasutan dan penyebaran berita palsu sekitar enam anggota Laskar FPI tidak bersenjata saat bentrok dengan aparat kepolisian di tol Cikampek.

“Kami akan menelepon [sejumlah saksi], termasuk pelapor, dalam hal ini Munarman. Mudah-mudahan bisa hadir, ”kata Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/12).

Namun, pihaknya akan menelepon pelapor terlebih dahulu untuk meminta klarifikasi terkait laporan yang dibuat. Diketahui kasus ini dilaporkan oleh Barisan Ksatria Nusantara.

“Nanti kalau semua sudah selesai akan kita tahapankan (kasus),” ujarnya.

Yusri tak membantah, laporan itu dibuat karena Barisan Kstaria Nusantara menilai pernyataan Munarman itu fitnah.

Sebagai informasi, pelapor Munarman dalam kasus ini adalah Zainal Arifin. Ia adalah mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada era Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Laporan ini dimuat dalam LP / 7557 / XII / YAN 2.5 / 2020 / SPKT PMJ.

Munarman dikabarkan melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (22) UU ITE dan / atau Pasal 14, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1996 tentang Ketentuan Hukum Pidana dan / atau Pasal 160 KUHP.

“Kami mendukung TNI untuk menegakkan hukum karena Indonesia negara hukum. Oleh karena itu semuanya diperlakukan sama,” kata Zainal.

FPI dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa Laskar FPI yang mengawal Rizieq Shihab tidak membawa senjata tajam atau senjata api. Ini berbeda dengan pernyataan polisi.

Bantahan Munarman pertama kali diungkapkan saat menggelar jumpa pers di kantor Sekretariat DPP FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (7/12) lalu.

“Fitnah yang besar kalau pasukan kita disebut membawa senjata api dan menembak. Itu fitnah,” kata Munarman saat itu.

Munarman mengatakan, Laskar tidak pernah dibekali senjata tajam karena terbiasa menggunakan tangan kosong untuk menyelesaikan masalah yang mengancam keselamatan.

(mjo / fra)

[Gambas:Video CNN]


Source