Moorissa Tjokro, Wanita Indonesia Dibalik Fitur Autopilot Tesla

San Fransisco

Siapa sangka, di balik kecanggihan fitur Autopilot mobil listrik Tesla yang bisa menggerakkan mobil sendiri tanpa kendali manusia, terdapat sentuhan seorang insinyur wanita asal Indonesia. Adalah Moorissa Tjokro yang merupakan salah satu Software Engineer Autopilot di Tesla.

Dikutip dari VOA Indonesia, Moorissa dipercaya menggarap fitur full self-driving untuk mobil Tesla. Moorissa berperan sebagai insinyur perangkat lunak autopilot Tesla di San Francisco, California, Amerika Serikat.

“Sebagai Autopilot Software Engineer, bagian-bagian yang kami lakukan termasuk computer vision, seperti bagaimana mobil (melihat) dan mendeteksi lingkungan di sekitar kita. Apakah ada mobil di depan kita? Tempat sampah di sebelah kanan kita? Dan juga, bagaimana caranya kita melakukan itu? bisa bergerak atau yang disebut kontrol dan perencanaan perilaku, ke kanan, ke kiri, bermanuver dengan cara tertentu, “kata Moorissa Tjokro dalam wawancara dengan VOA.

Moorissa telah bekerja untuk Tesla sejak Desember 2018. Sebelum menjadi Autopilot Software Engineer, Moorissa dipercaya oleh Tesla sebagai Data Scientist yang menangani software mobil.

“Sekitar dua tahun lalu, teman saya sebenarnya adalah seorang intern (magang) di Tesla. Dan saat itu dia mengirimkan resume saya ke timnya. Dari sana, saya sebenarnya tidak pernah melamar, jadi saya langsung menghubungi Tesla sendiri. Disitulah kita memulai proses wawancara, “katanya.

Moorissa Tjokro, Wanita Indonesia Dibalik Fitur Autopilot TeslaMoorissa Tjokro, Wanita Indonesia Dibalik Fitur Autopilot Tesla Foto: Dok. Moorissa melalui VOA

Sekarang, Moorissa sebagian besar bertugas mengevaluasi perangkat lunak autopilot dan menguji performa mobil, serta mencari cara untuk meningkatkan kinerjanya.

“Kami benar-benar ingin, bagaimana kami dapat membuat sistem seaman mungkin. Jadi sebelum kami meluncurkan software autopilot, kami selalu melakukan pengujian yang sangat ketat, yang aktif dan menghitung semua risiko sehingga komputer dapat sepenuhnya aman. Untuk semuanya. , “dia berkata.

Moorissa, lulusan SMA Pelita Harapan di Indonesia, telah tinggal di Amerika sejak tahun 2011. Saat usianya baru 16 tahun, Moorissa mendapatkan beasiswa Wilson and Shannon Technology untuk belajar di Seattle Central College.

Pada 2012, Moorrisa yang meraih gelar Associate Degree atau D3 sains, melanjutkan gelar sarjana Teknik Industri dan Statistik di Georgia Institute of Technology di Atlanta. Pada 2016, Moorissa kemudian melanjutkan gelar masternya di bidang Data Science di Columbia University, New York. Segudang prestasi diraihnya selama bersekolah di Negeri Paman Sam itu.

Menonton video “Mobil Tesla Elon Musk Sudah Mendekati Mars
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)

Source