Misteri 50 ribu paket bansos terbengkalai di Pulogadung

Jakarta, CNN Indonesia –

Sekitar 50 ribu paket bansos (Asisten sosial) yang mengandung pokok ditemukan terlantar di salah satu gudang Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Gudang tersebut dimiliki oleh PT Penco Pangan Utama. Perusahaan tidak menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial meski memakai kemasan karung bansos bermotif merah putih. Polisi kemudian melakukan investigasi.

Karung bercorak merah putih sendiri identik dengan bantuan sosial dari Presiden Jokowi kepada masyarakat yang terkena pandemi virus corona (Covid-19).

“Kami akan panggil beberapa orang lagi. Hari ini baru beberapa karyawan, tiga hingga empat karyawan, yang sudah dimintai keterangan,” kata Kepala Bareskrim Polsek Cakung, Iptu Stevanus Leonard Johannes di Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (21/2). / 12).

Polisi sudah mendatangi lokasi gudang. Diperkirakan ada sekitar 50 ribu paket bansos yang disiapkan sejak tiga bulan lalu.

Stevanus mengatakan, setiap paket bansos berisi 10 kilogram beras, 10 bungkus mie instan, sembilan kaleng kecil sarden, dua liter minyak goreng, dan sebotol sambal.

“Mereka sudah siap tapi ada kelebihan stok di sana [Kemensos], akhirnya dia jual ke grosir, supaya tidak rugi, ”kata Stevanus.

Polisi belum banyak menjelaskan apakah ada dugaan tindak pidana menemukan bansos terabaikan atau tidak. Apalagi semuanya belum kadaluarsa.

Berdasarkan hasil keterangan pegawai, kata dia, paket tersebut ditinggalkan selama berbulan-bulan karena belum ada kejelasan kerja sama antara perusahaan dan Kementerian Sosial terkait pendistribusian ke masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Meski paket bansos sudah terbengkalai selama tiga bulan, proses pemantauan kelayakan produk tetap dipantau oleh pengelola gudang.

“Jadi mereka [perusahaan] yang membeli sendiri, ingin menyediakan tapi ada [Kemensos] sudah terpesan semua [bantuannya], akhirnya mereka jual sendiri agar tidak rugi, ”kata Stevanus.

Stevanus membenarkan tidak ada aliran dana dari pemerintah yang masuk untuk pemberian bansos pada perusahaan yang bergerak di bidang pangan dan pergudangan tersebut.

“Sejauh ini belum ada uang negara yang masuk ke sini. Belum,” ujarnya.

“Sejauh ini kami masih dalam proses penyelidikan, nanti akan kami ceritakan lebih lanjut,” kata Stevanus.

(mjo / bmw)

[Gambas:Video CNN]


Source