Meski sudah ada vaksin, 3M tetap wajib

ACCURATE.CO, Covid-19 merupakan penyakit yang mengharuskan setiap orang untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Disiplin utamanya tentu saja menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan), kemudian pola hidup sehat seperti, istirahat teratur, makan buah dan sayur, serta olahraga untuk menambah daya tahan tubuh. Gaya hidup sehat ini direkomendasikan para ahli meski sudah ada vaksin Covid-19.

Dr. Ede Surya Darmawan SKM., MDM, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), menegaskan bahwa pada dasarnya penerapan pola hidup bersih dan sehat tidak hanya harus diterapkan pada saat pandemi Covid-19 saja, tetapi juga pasca Covid. -19 pandemi sudah berakhir.

“Kapanpun, dimanapun kita harus menjalankan hidup bersih dan sehat, mulai dari memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak. Harapannya kita semua bekerja sama untuk menyehatkan masyarakat,” ujarnya dalam dialog produktif bertema Hancurkan Covid-19 dengan Vaksin, Disiplin 3M dan Hidup Sehat yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), belum lama ini.

Baca juga:

Ia menegaskan, kerugian ekonomi masyarakat jika terjangkit Covid-19 akan sangat mahal. Keamanan dalam perawatan pasien Covid-19 sangat tinggi. Untuk itu agar agar tidak terjadi penularan pada tenaga kesehatan maka dinas kesehatan juga menggunakan alat pelindung khusus, maka ruang perawatan terkadang bila gejalanya sedang atau berat memerlukan ruangan khusus dengan biaya tinggi.

“Jadi wajar kalau biaya pengobatan Covid-19 rata-rata 184 juta rupiah,” ujar dr Ede.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya preventif untuk menghentikan penyebaran Covid-19 dan mengurangi kerugian ekonomi yang ditimbulkannya, termasuk menghadirkan vaksin Covid-19. Vaksin sebagai intervensi kesehatan masyarakat yang efektif telah terbukti sejak lama.

Sejak 1956 Indonesia berhasil memberantas beberapa penyakit menular melalui program imunisasi, seperti penyakit cacar yang sudah hilang dari Indonesia, kemudian difteri. Jadi disarankan untuk menerapkan program Covid-19 setelah vaksin diumumkan aman dan efektif oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Lebih lanjut Dr. Ede meminta kepada masyarakat agar nantinya dapat berkontribusi melalui program vaksin mandiri sesuai rencana pemerintah untuk membantu percepatan pencapaian target imunitas kelompok yang diinginkan. Sebenarnya tidak ada masalah dengan kontribusi masyarakat terhadap program vaksin mandiri.

“Pada program vaksinasi yang lama juga harus dipahami nanti. Ada yang bisa dibiayai pemerintah, terutama untuk tenaga kesehatan. Ada pula yang diharapkan bisa mandiri agar prosesnya cepat, mengingat targetnya 70% dari total. populasi, jadi memang butuh waktu. 3M tidak bisa dipisahkan, program vaksinasi butuh waktu lama, ”jelasnya.[]

Source