Menteri Agama Yaqut Sebut Jemaat Indonesia Tidak Bisa Umrah Bukan Karena Vaksin Sinovac

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan vaksin Sinovac yang belum terdaftar oleh WHO bukanlah alasan jemaah Indonesia tidak bisa umrah.

“Jadi kalau Indonesia tidak bisa umrah bukan karena vaksin Sinovac belum terdaftar WHO. Tapi karena Indonesia ditangguhkan,” kata Yaqut saat ditemui di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin 19 April 2021.

Yaqut mengatakan, saat ini Arab Saudi masih membatasi jemaah umrah dari luar negeri, termasuk Indonesia. Pasalnya, kata Yaqut, karena jemaah asal Indonesia terpapar Covid-19 saat melaksanakan umrah beberapa waktu lalu.

“Jadi kenapa umrah kemarin tidak kita lakukan karena sebagian negara ditangguhkan karena kasus umrah sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, vaksin Sinovac dikabarkan tidak bisa menjadi syarat umrah karena belum disertifikasi oleh WHO.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan Daftar Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac (EUL) dari WHO akan dikeluarkan pada Mei 2021.

“EUL diberikan sebagai prasyarat untuk penyediaan vaksin COVAX yaitu vaksin bersubsidi WHO ke berbagai negara di dunia,” kata Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulisnya, Jumat 16 April 2021.

Wiku mengatakan, EUL juga merupakan prasyarat untuk membantu suatu negara dalam memutuskan kelayakan penggunaan, produksi atau impor vaksin Covid-19 dan selanjutnya memutuskan Emergency Use of Authorization atau EUA. “Izin EUA khusus untuk izin edar terbatas suatu negara,” ucapnya.

FRISKI RIANA

Baca baca: Indonesia Menerima 6 Juta Bahan Baku Lagi untuk Vaksin Sinovac

Source