Mengungkapkan! Inilah Kelemahan Chelsea

London

West Bromwich Albion secara mengejutkan mampu membantai Chelsea 5-2. Sang manajer, Sam Allardyce, membeberkan kelemahan The Blues.

Chelsea menjamu West Bromwich Albion pada pekan ke-30 Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (3/4/2021). Chelsea memimpin melalui Christian Pulisic.

Sayangnya, mimpi buruk The Blues terjadi setelah kartu merah Thiago Silva saat laga memasuki menit ke-30. West Bromwich Albion mampu membalikkan keadaan sebelum turun minum menjadi 2-1.

Di babak kedua, West Bromwich Albion semakin beringas dengan mencetak tiga gol tambahan dan Chelsea hanya mampu membalas sekali. Skor akhir, 5-2 untuk kemenangan West Bromwich Albion.

LONDON, INGGRIS - 03 APRIL: Edouard Mendy dari Chelsea terlihat sedih saat pertandingan Liga Premier antara Chelsea dan West Bromwich Albion di Stamford Bridge pada 3 April 2021 di London, Inggris.  Stadion olahraga di sekitar Inggris tetap di bawah pembatasan ketat karena Pandemi Coronavirus karena undang-undang jarak sosial Pemerintah melarang penggemar di dalam tempat yang mengakibatkan permainan dimainkan secara tertutup.  (Foto oleh Clive Rose / Getty Images)Chelsea mengalahkan West Bromwich Albion (Clive Rose / Getty Images)

Hasil ini sangat tidak terduga. Pasalnya, dalam 14 laga sebelumnya, Chelsea yang dikomandani Thomas Tuchel tak terkalahkan.

Dari 10 pertandingan terakhir di Premier League, The Blues hanya kebobolan dua kali. Chelsea sangat kuat dalam pertahanan, transisi yang baik, dan siapa pun bisa mencetak gol.

Manajer West Bromwich Albion, Sam Allardyce ditanya apa rahasia strategi mengalahkan Chelsea? Dia menjawab, tekan garis pertahanan!

“Membiarkan mereka bermain dari belakang mulai dari penjaga gawang adalah sebuah kesalahan,” ujarnya talkSport.

Jadi, kami menekan mereka termasuk dua winger, tambahnya.

Tak ayal, kartu kuning kedua Thiago Silva pun karena Chelsea bermain terlalu lama di lini belakang. Kemudian gol kedua West Brom juga berasal dari kesalahan The Blues yang membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengalirkan bola ke depan.

“Kiper mereka juga bergerak maju untuk memainkan bola. Itu nekat baginya,” tambah Sam Allardyce.

“Kami puas mengalahkan tim yang lebih baik dari kami,” pungkasnya.

(aff / krs)

Source