Mengendarai mobil pribadi tidak membutuhkan tes antigen, jangan dulu senang!

Jakarta, CNBC Indonesia – Pengguna kendaraan darat pribadi (mobil / motor) yang hendak melakukan perjalanan pada akhir tahun dan awal tahun 2021 tidak diwajibkan mengikuti tes antigen karena hanya berupa himbauan. Hal ini juga berlaku untuk angkutan umum darat dari dan ke Pulau Jawa dan di dalam Pulau Jawa (antar provinsi / kabupaten / kota).

Hal tersebut mengacu pada Covid-19 Task Force Circular (SE) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Health Protocol for People Travel Saat Liburan Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Saat Pandemi Penyakit Virus Corona 2019 (Covid – 19).

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga menerbitkan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat Nomor 20 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis yang sama.

Namun, bukan berarti pengguna kendaraan pribadi bebas berjalan. Ini karena pengguna kendaraan pribadi harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M, dan mereka juga harus melakukan tes. Selain itu, Kementerian Perhubungan dan dinas-dinas daerah akan melakukan random check atau uji antigen acak cepat bagi pengemudi swasta di jalan raya.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan SE yang dipublikasikan mengacu pada Satgas SE Covid-19. Tujuannya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang berpotensi meningkat akibat perjalanan masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru, ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/12). .

Kementerian Perhubungan mengeluarkan empat surat edaran untuk angkutan darat, laut dan udara, serta perkeretaapian.

Poin Penting meliputi:

Setiap orang yang melakukan perjalanan harus menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari keramaian, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Mulai dari pemberangkatan, selama perjalanan, hingga kedatangan.

– Untuk perjalanan ke Pulau Bali, pemudik yang menggunakan transportasi udara diharuskan menunjukkan sertifikat hasil negatif menggunakan tes RT-PCR selambat-lambatnya 7×24 jam sebelum pemberangkatan. Sedangkan bagi yang menggunakan angkutan darat atau laut, baik pribadi maupun umum, harus menunjukkan sertifikat hasil negatif menggunakan rapid test antigen selambat-lambatnya 3x 24 jam sebelum pemberangkatan.

– Untuk perjalanan ke dan dari Pulau Jawa maupun di dalam Pulau Jawa (antar provinsi / kabupaten / kota) diatur hal-hal sebagai berikut:

Pelancong yang menggunakan angkutan udara dan kereta api antar kota diharuskan menunjukkan sertifikat hasil negatif menggunakan antigen rapid test selambat-lambatnya 3×24 jam sebelum pemberangkatan sebagai syarat perjalanan.

Bagi pemudik yang menggunakan transportasi darat, baik pribadi maupun umum, mengajukan banding gunakan antigen rapid test selambat-lambatnya 3×24 jam sebelum pemberangkatan sebagai syarat perjalanan. Pengisian e-Hac Indonesia wajib bagi pemudik yang menggunakan semua moda transportasi umum dan pribadi, kecuali moda transportasi kereta api.

Dalam keadaan tertentu terkait dengan ketentuan Satgas Daerah, dapat melakukan uji acak (random test), uji cepat antigen atau RT-PCR jika diperlukan.

Adita Irawati mengatakan, meski tidak ada tes antigen wajib, untuk pengemudi mobil pribadi seperti mobil dan motor akan dilakukan random check sampling yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas daerah. Kegiatan akan berlangsung di lokasi tertentu.

“Ya, dari Kementerian Perhubungan dan Satgas Daerah,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (21/12).

– Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diharuskan untuk mengikuti tes RT-PCR atau tes antigen cepat sebagai syarat perjalanan.

– Perjalanan rutin di pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan untuk melayani lokasi terbatas antar pulau atau antar pelabuhan domestik dalam suatu kawasan aglomerasi atau dengan transportasi darat, baik swasta maupun publik dalam kawasan aglomerasi perkotaan (Jabodetabek), dilakukan tidak diharuskan untuk menunjukkan hasil tes cepat antigen sebagai persyaratan perjalanan.

– Selain perjalanan ke Bali, dari dan ke Jawa serta di dalam Pulau Jawa, uji cepat antibodi masih dapat digunakan dan berlaku selama 14 hari.

– Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Daerah dan unsur TNI Polri melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan di lapangan.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi / hoi)


Source