Meneliti Mobil FPI Laskar dan Polda Metro Jaya, Komnas HAM Surati …

Memuat …

JAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyerahkan surat penyidikan kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskreskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, untuk menindaklanjuti kasus penembakan polisi yang menewaskan 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) pada Senin, 7 Desember 2018. , 2020.

Ketua Tim Penyidik ​​Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, penyidikan itu untuk meminta keterangan kendaraan dalam peristiwa penembakan itu. “Tim Penyidik ​​Komnas HAM RI telah mengirimkan surat kepada Kepala Bareskrim Polri untuk mendapatkan informasi terkait mobil tersebut dan berbagai informasi yang terdapat di dalam mobil tersebut,” kata Anam saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (20/12/2020). . (Baca juga: Mantan Wakil Kepala BIN Tersangka Ada Misi Lain di Balik Mengintai Habib Rizieq)

Dalam kasus ini, lanjut Anam, pihaknya akan memeriksa langsung mobil-mobil yang digunakan Polda Metro Jaya saat memantau dan mobil-mobil yang digunakan pasukan FPI. “Permintaan informasi ini dengan melihat dan memeriksa langsung mobilnya. Semoga pengumpulan dan permintaan informasi ini bisa dilakukan sesuai jadwal,” ujarnya. (Baca juga: Kunjungan ke Markas FPI yang Dipertanyakan, Kedutaan Besar Jerman Singgung Masalah HAM)

Meski begitu, kata Anam, pihaknya belum bisa memastikan secara pasti kapan pemeriksaan akan dilakukan. “Kalau sudah yakin akan diinformasikan,” ujarnya. (Baca juga: Kedutaan Besar Jerman Akui Diplomat Kunjungi Markas FPI, Ini Alasannya)

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihaknya terus mengumpulkan sejumlah informasi, saksi, dan barang bukti terkait peristiwa tersebut. Dalam proses penyidikan, pihaknya telah mengumpulkan informasi dan bukti dari kedua belah pihak kepada masyarakat di sekitar lokasi.

“Kami tentunya mengumpulkan informasi dan bukti dari kedua belah pihak. FPI pada kesempatan pertama, malam itu kami bertemu dengan Ustadz Ahmad Shobri Lubis, Munarman, dan beberapa keluarga. Kemudian tim kami turun ke lapangan, ada tiga hari lagi di lapangan. , untuk mencari bukti lain, ”kata Taufan dalam sesi wawancara, dikutip Kamis (17/12/2020).

Berbagai bukti yang dikumpulkan tim Komnas HAM di lapangan. Mulai dari menemukan selongsong peluru dari berbagai jenis, hingga sisa-sisa bagian-bagian mobil yang diduga saling bertabrakan pada malam kejadian. Untuk menelusuri keterangan saksi, Komnas HAM telah memanggil Kapolda Metro Jaya, Direktur Jasa Marga, Bareskrim Mabes Polri, ke Dokter Forensik Polri. Dari keterangan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran, Komnas HAM sudah mendapatkan kronologi kasus versi polisi.

(chip)

Source