Mempertahankan Jarak Sosial, Benar-benar Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh? Periksa Fakta

Orang-orang terlihat bersosialisasi dengan lingkaran putih di Domino Park, di kawasan Brooklyn di New York City, New York, AS

AFP (17 Mei 2020)

Orang-orang terlihat bersosialisasi dengan lingkaran putih di Domino Park, di kawasan Brooklyn di New York City, New York, AS

GridHEALTH.id- Di zaman ini menghindari pembeli lain di toko kelontong dan menyeberang jalan untuk menghindari sesama pejalan kaki yang patuh jarak sosial atau jarak sosial mulai bertanya-tanya apakah praktik untuk menghindari Covid-19 ini dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan mereka, sementara pandemi masih berlarut-larut.

Beberapa orang khawatir bahwa kurangnya kontak dengan orang lain akan melemahkan sistem kekebalan mereka dengan mengurangi kontak aktif mereka dengan kuman.

Namun, para peneliti mengatakan tidak banyak yang perlu dikhawatirkan. Bahkan ketika kita tinggal 2 meter atau 6 kaki dari orang lain atau menghabiskan sebagian besar waktu kita di rumah, tubuh kita secara konstan merespons banyak bakteri dan kuman lain yang menghuni lingkungan dalam dan luar ruangan.

“Kami terus-menerus terpapar mikroba, dan inilah yang membuat sistem kekebalan terus menyala,” kata Akiko Iwasaki, peneliti sistem kekebalan di Universitas Yale.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Haruskah Pakai Masker Meski Berjarak 2 Meter dari Orang Lain? Ini Jawaban Dokter

Baca juga: Turki Ingin Pakai Vaksin Covid-19 dari China, Tapi Tunggu Hasil Uji Coba Terakhir dari Indonesia dan Brasil

Efek dari vaksin masa kanak-kanak dan kekebalan bawaan lainnya juga bertahan lama, kata Iwasaki, dan tidak akan hilang dalam semalam hanya dengan menjauhkan orang dari orang lain selama pandemi.

Video Unggulan

KONTEN YANG DIPROMOSIKAN

Source