Meledak! Investor Kripto RI Mencapai 4,2 Juta, Mengalahkan Saham

Jakarta, CNBC Indonesia – Crypto kini menjadi aset yang diminati investor. Bahkan ada kekhawatiran telah terjadi pergeseran besar-besaran investor bursa ke aset digital.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengatakan aset kripto memang merupakan alat investasi yang relatif baru dan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

“Aset kripto adalah alat investasi baru,” kata Kepala Bappebti Sidharta Utama dalam program CNBC Indonesia Investime, Selasa (20/4/2021).

Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor aset kripto hingga akhir Februari mencapai 4,2 juta orang. Angka tersebut masih di bawah jumlah investor di pasar modal yang mencapai 4,5 juta.

“Itu belum ditambah dengan pasar obligasi dan lainnya. Kalau ditambah masih lebih besar,” ucapnya.

Jumlah investor kripto mengungguli jumlah investor saham. Hingga Februari, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham Single Investor Identification (SID) mencapai 2 juta akun atau tepatnya 2.001.288 akun. Angka tersebut naik 18,05% atau 306.020 SID dari akhir tahun 2020 sebanyak 1,69 juta akun atau tepatnya 1.695.268 akun.

Sidharta menambahkan, kekhawatiran otoritas bursa terkait dengan maraknya investor ritel beralih dari investasi di pasar modal ke crypto tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, crypto saat ini menjadi alat investasi alternatif.

“Saya kira kekhawatiran itu tidak benar-benar terjadi,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(hps / hps)


Source