Mantan Kapolres Jakarta Pusat Ungkap Alasan Tidak Membubarkan Massa HRS di Petamburan

Jakarta – Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, mengungkapkan alasannya tidak membubarkan keramaian akad nikah Habib Rizieq Shihab (HRS) di Petamburan, Jakarta Pusat. Apa alasannya?

Hal itu diungkapkan Heru saat menjawab pertanyaan jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Jalan Dr. Sumarno, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Senin (12/4/2021). Jaksa awalnya menanyakan apakah polisi berhak membubarkan peristiwa yang tidak disahkan.

“Apakah polisi berhak membubarkan kegiatan tersebut karena tidak mendapat izin sebelumnya?” tanya jaksa kepada Heru selama persidangan.

Heru mengaku punya pertimbangan untuk tidak bubar. Salah satunya adalah potensi terjadinya kerusuhan.

“Kalau saya membubarkan malam itu, akan ada kerusuhan yang sangat berbahaya, karena situasi sudah larut malam,” kata Heru.

Heru kemudian membandingkan pembubaran aksi massa. Menurut dia, hal itu karena aksi berlangsung dari siang hingga malam, sedangkan keramaian Habib Rizieq berlangsung malam hari dengan jumlah massa mencapai 5 ribu orang.

“Kalau misalnya pembongkaran demonstrasi dibatasi pukul 18.00 WIB, semoga sebelum gelap aksi sudah selesai,” ujarnya.

“Tapi waktu saya di Petamburan cukup banyak orangnya mencapai 5 ribu, jadi saya tidak langsung bubar demi keselamatan warga kita,” kata Heru.

Heru mengatakan, pihaknya berusaha melarang acara yang digagas Habib Rizieq itu berlangsung. Namun, pada malam hari, massa yang datang semakin banyak dipanggil.

“Saat itu kami sudah berusaha melarang, sehingga jumlahnya tidak sebanyak undang-undang di media sosial. Tapi pada malam hari banyak sekali orangnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Heru menuturkan, pihaknya juga berupaya menghimbau massa agar mematuhi protokol kesehatan. Imbauan ini dilakukan dengan naik ke panggung memasang spanduk.

“Upaya kita saat itu bersama Dandim dan Wali Kota sudah menerjunkan aparat dari Brimob, Polri, TNI, dan Satpol PP. Dimana pada awalnya kita naik panggung untuk mengimbau protokol kesehatan. Makin ramai, kita Tapi menuju daerah tersebut kami masih memasang spanduk, selebaran, kami menyuarakannya dari pengeras suara di dalam mobil. suara kami, “pungkasnya.

(dwia / zap)

Source