Manfaat puasa Ramadhan, menurunkan kadar kolesterol membuat Anda bahagia

KOMPAS.com – Puasa Ramadhan adalah saat umat Islam diwajibkan untuk tidak makan dan minum dari fajar hingga senja.

Tidak hanya menahan lapar, puasa juga melatih disiplin dan pengendalian diri.

Umat ​​Muslim telah diperintahkan untuk berpuasa selama Ramadhan lebih dari 1400 tahun yang lalu, dan semakin banyak ilmuwan sekarang mengungkap manfaat puasa untuk kesehatan mental dan fisik.

Meski puasa Ramadhan kali ini masih di tengah pandemi Covid-19, Anda tak perlu khawatir. Karena selama Anda menerapkan pola makan yang baik, kekebalan tubuh Anda akan tetap terjaga, bahkan Anda akan mendapatkan berbagai manfaat kesehatan.

Baca juga: 3 Cara Menjaga Kekebalan Tubuh Saat Berpuasa di Tengah Pandemi

Para ahli telah menemukan bahwa membatasi asupan makanan dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, obesitas, masalah jantung, dan meningkatkan kesejahteraan.

Dengan tidak makan makanan dari fajar hingga senja, tubuh kita memiliki kesempatan untuk mengeluarkan racun dengan mengistirahatkan sistem pencernaan. Ini juga meningkatkan kesehatan mental.

Dr Razeen Mahroof, seorang ahli anestesi dari Oxford, membantu National Health Service (NHS) untuk memetakan pedoman puasa yang sehat selama Ramadan.

Ia mengungkapkan, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapat dari puasa, di antaranya menurunkan kadar kolesterol, diabetes dan tekanan darah lebih terkontrol, sehingga mampu menurunkan berat badan.

Selain itu, beberapa hari setelah Ramadhan, tubuh akan mulai menyesuaikan dengan pola makan dan minuman baru, sehingga kadar endorfin lebih tinggi muncul di dalam darah.

Peningkatan kadar endorfin tentunya membuat mereka yang berpuasa lebih waspada, lebih bahagia, dan berdampak pada kesehatan mental yang lebih baik.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa manfaat kesehatan mungkin datang dari peralihan metabolisme, di mana puasa memicu tubuh untuk mengalihkan sumber energinya dari glukosa menjadi lemak dan keton.

Produksi keton, atau ketogenesis, dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres oksidatif dan peradangan, dengan efek menguntungkan pada kesehatan dan penuaan.

Baca juga: Berat Badan Naik Selama Ramadhan? Identifikasi Penyebabnya

Shutterstock Ilustrasi

Nah, untuk menunjang kesehatan tubuh, hindari makanan berminyak saat berpuasa. Memilih makanan yang dimasak dengan cara dipanggang atau direbus adalah yang terbaik.

Mahroof menuturkan, sebenarnya pola makan selama berpuasa dengan pola makan sehari-hari di luar bulan Ramadhan tidak ada bedanya. Yang harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang, dengan proporsi karbohidrat, lemak dan protein yang tepat.

Makan berbagai makanan, termasuk banyak sayuran berwarna, buah-buahan, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

“Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan serat, agar fungsi pencernaan tubuh tidak terganggu,” ucapnya.

Selain itu, bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, batasi asupan makanan penutup yang tinggi gula dan konsumsi karbohidrat olahan.

Terakhir, puasa bukanlah alasan untuk tidak berolahraga. Pilih waktu terbaik untuk Anda berolahraga, misalnya sore hari sebelum buka puasa. Lakukan secara rutin agar tubuh tetap fit dan sehat.

Baca juga: Porsi makanan dan gizi yang baik saat berpuasa, dari karbohidrat hingga protein

Source