Manfaat Kesehatan Dari Puasa

JAKARTA – Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh umat Islam di dunia. Puasa sendiri artinya, tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam. Namun, bukan berarti puasa hanya berlaku bagi umat Islam.

Ada orang dari masyarakat yang kemudian berpuasa dengan tujuan untuk gaya hidup, atau sekedar untuk menurunkan berat badan, yang seperti puasa intermiten.

Dalam puasa intermiten, lamanya waktu puasa bervariasi tergantung kebutuhan individu. Selain itu, ada juga yang berpuasa tapi tetap minum.

Apapun alasan dan tujuannya, puasa memiliki segudang manfaat yang baik untuk kesehatan. Guru Besar Departemen Penyakit Dalam FKUI Ari Fahrial Syam menjelaskan, puasa dapat membantu menurunkan low-density lipoprotein (LDL) atau yang disebut juga lemak jahat.

Dengan begitu, risiko terkena penyakit jantung juga berkurang. Ini karena LDL merupakan penyebab timbulnya plak di pembuluh darah, yang dapat mengganggu aliran darah dan oksigen yang dibutuhkan ke jantung. Akibatnya bisa menyebabkan sakit jantung dan serangan jantung.

Manfaat lainnya adalah berkurangnya massa lemak. Prof Ari menjelaskan, saat berpuasa asupan kalori yang keluar-masuk berkurang dari biasanya. Saat energi dari karbohidrat habis, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi cadangan sehingga massa lemak berkurang akibat proses ini. Namun yang menarik, massa protein tidak berkurang sama sekali.

“Jadi saat puasa terjadi perusakan lemak untuk dijadikan energi. Tapi tidak mempengaruhi protein, dimana protein berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh dan kinerja sehari-hari,” ujarnya, dalam webinar Tip Puasa Sehat ala Guru Besar FKUI. Senin (12/4).

Dalam penelitian serupa juga ditemukan bahwa perubahan rasio pinggang dan pinggul responden mengalami penurunan. Namun sayangnya, perubahan tersebut kembali ke angka semula setelah puasa usai. Untuk itu, masyarakat disarankan agar tetap menjaga asupannya setelah puasa usai dan tidak mudah bingung. Begitu juga saat waktunya berbuka puasa.

Puasa juga baik untuk penderita sakit maag. Prof Ari mengatakan penyebabnya karena penyakit maag sering terjadi akibat pola makan yang tidak teratur.

Sedangkan saat berpuasa, masyarakat cenderung makan secara teratur yaitu saat sahur dan buka puasa. Akibatnya, ada orang yang mengeluh sakit maag menjadi berkurang.

“Selain itu saat berpuasa kita juga menjaga pola makan agar menjadi lebih sehat. Puasa juga memberikan pengendalian diri dan ketenangan bagi kita. Hal tersebut berdampak pada penurunan produksi asam lambung, sehingga penderita maag bisa sembuh selama bulan tersebut. Ramadhan, “katanya.

Karena konsumsi makanan saat puasa cenderung sehat, maka risiko gangguan kesehatan seseorang menurun. Sebuah studi tahun 2003, misalnya, menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh berkat makanan sehat yang dikonsumsi. Mereka yang berpuasa diketahui mengalami peningkatan antioksidan yang sangat baik untuk mencegah berbagai penyakit.

Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapat dari berpuasa. Meski begitu, tetap konsumsi makanan bergizi seimbang, minum 8 gelas air putih per hari, istirahat yang cukup, dan tetap aktif secara fisik agar bisa bugar dan sehat selama berpuasa. (Gemma F Purbaya)

Source