Makam Berusia Tiga Ribu Tahun Mengungkap Agama Pribumi Xinjiang

Sabtu, 19 Desember 2020 – 20:04 WIB

Situs pemakaman berusia sekitar 3.500 tahun di Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur China. Foto: Xinhua

jpnn.com, URUMQI – Arkeolog Tiongkok telah meneliti sebuah makam kuno di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang dan percaya bahwa situs tersebut didedikasikan untuk tempat pemujaan matahari.

Makam itu ditemukan di wilayah Nilka di Prefektur Otonomi Etnis Kazakh Ili pada tahun 2015. Penggalian sebelumnya oleh tim arkeologi dari Institut Relik Budaya dan Arkeologi Regional Xinjiang menemukan tembikar dan perkakas batu di dalam makam, yang membantu para peneliti memperkirakannya. berusia sekitar 3.500 tahun.

Proyek penggalian yang dimulai tahun lalu kemudian menemukan 17 baris batu di sepanjang sisi makam, yang membentuk pola menyerupai sinar matahari.

“Pola berbentuk matahari ini mungkin menyiratkan pemujaan (aktivitas) matahari,” kata Ruan Qiurong, pemimpin proyek.

Pola serupa ditemukan di situs relik di wilayah lain di Xinjiang dan stepa Eurasia.

Ruan juga mengatakan, lempung merah yang melapisi bagian bawah dan luar ruang makam juga menjadi bukti adanya aktivitas pemujaan matahari

Selain itu, ia menambahkan, struktur kompleks makam tersebut menandakan pemiliknya memiliki status sosial yang tinggi.

Para ahli mengatakan kuburan kuno menyediakan bahan penelitian utama untuk mempelajari kondisi sosial dan pertukaran budaya di Xinjiang lebih dari 3.000 tahun yang lalu. (xinjiang / ant / dil / jpnn)

DISponsori KANDUNGAN

Memuat …

Memuat …

Source