Longsor di Indonesia, korban tewas bertambah 140, puluhan hilang

LEMBATA, Indonesia (AP) – Korban tewas akibat tanah longsor di kawasan timur Indonesia telah meningkat menjadi 140 dengan puluhan masih hilang, kata para pejabat Rabu, ketika hujan terus mengguyur wilayah itu dan menghambat pencarian.

Kabupaten Flores Timur di pulau pulau Adonara mengalami kerugian tertinggi dengan 67 mayat ditemukan sejauh ini dan enam hilang. Lumpur berjatuhan dari bukit-bukit sekitarnya pada Minggu pagi, membuat orang tertidur. Beberapa tersapu banjir bandang setelah hujan semalam menyebabkan sungai meluap.

Di pulau Lembata di dekatnya, hujan lebat yang dipicu oleh Topan Tropis Seroja mengirim lava yang membeku dari letusan gunung berapi pada bulan November untuk jatuh di lebih dari selusin desa, menewaskan sedikitnya 32 dan menyebabkan 35 belum ditemukan, menurut Badan Mitigasi Bencana Nasional.

Ratusan polisi, tentara, dan penduduk menggali puing-puing dengan tangan kosong, sekop, dan cangkul untuk mencari mereka yang terkubur. Kerabat meratap pada hari Rabu ketika mereka menyaksikan penyelamat mengeluarkan tubuh berlumuran lumpur, meletakkannya di tandu bambu dan membawanya untuk dimakamkan.

“Tolong temukan ayah dan ibu saya yang masih terkubur … apapun kondisinya,” teriak Suzanna Tasoin kepada tim penyelamat yang berjuang menggali berton-ton material vulkanik dan bebatuan dengan peralatan pertanian di desa Waimatan di pulau Lembata, “Kami ingin menguburkan mereka. dengan rasa hormat yang pantas mereka terima. “

Secara keseluruhan, tanah longsor dan banjir telah menewaskan sedikitnya 140 orang di beberapa pulau di Indonesia serta 27 orang di negara tetangga Timor Leste. Ribuan rumah telah rusak dan ribuan orang mengungsi karena cuaca, yang diperkirakan akan berlanjut hingga setidaknya Jumat saat badai bergerak ke selatan menuju Australia.

Upaya penyelamatan terhambat oleh hujan dan keterpencilan daerah, di mana jalan dan jembatan rusak di banyak tempat.

Petugas penyelamat dengan ekskavator dan berton-ton makanan dan obat-obatan dikerahkan dari kota Makassar di pulau Sulawesi, tetapi terhalang oleh cuaca buruk dan gelombang yang sangat tinggi.

Lima helikopter membantu mencapai daerah-daerah terpencil di pulau-pulau itu, kata kepala Badan Mitigasi Bencana Nasional Doni Monardo kepada wartawan Rabu malam.

Dia mengatakan evaluasi sangat membutuhkan kebutuhan dasar seperti selimut, tikar, tenda, makanan bayi dan layanan medis.

Pemerintah menyediakan puluhan ribu masker anti-virus korona, dan Monardo mengatakan pihak berwenang akan mendirikan pos kesehatan di kamp-kamp pengungsi untuk menguji orang-orang terhadap virus tersebut.

Dia mengatakan enam kapal angkatan laut, termasuk kapal rumah sakit, yang membawa lebih banyak barang diharapkan tiba pada hari Jumat untuk membantu rumah sakit dan klinik yang kewalahan di Nusa Tenggara Timur, salah satu provinsi termiskin di Indonesia.

___

Karmini melaporkan dari Jakarta, Indonesia.

Source