Liga Super Eropa Membunuh Impian Penggemar

Paris

Liga Super Eropa membuat Ander Herrera angkat bicara. Gelandang Paris Saint-Germain itu mengkritik gelar yang dianggap mematikan impian suporter.

Sebanyak 12 tim sepakat menggelar Liga Super Eropa. Mereka adalah Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, Arsenal, Juventus, Inter Milan, AC Milan, dan Real Madrid, Barcelona, ​​dan Atletico Madrid.

Liga Super Eropa sendiri merupakan liga klub elit Eropa, yang tidak mengenal sistem promosi atau degradasi. Banyak klub setuju untuk bergabung dengannya, karena menjanjikan keuntungan finansial yang lebih besar daripada turnamen klub tertinggi saat ini, Liga Champions, meskipun klub berpendapat bahwa itu untuk meningkatkan kualitas kompetisi.

Acara tersebut akhirnya menuai kritik. Pasalnya, Liga Super Eropa dianggap akan menghilangkan persaingan sepak bola yang sehat, karena tidak akan ada cerita bahwa tim kecil bisa mengalahkan raksasa jika ‘hanya raksasa yang bersaing’.

Hal tersebut juga dikritik oleh bek PSG Ander Herrera. Mantan pemain Athletic Bilbao dan MU itu menilai Liga Super Eropa hanya akan mematikan impian fans.

“Saya jatuh cinta dengan sepak bola populer, sepak bola para penggemar, dengan mimpi melihat tim yang saya cintai bersaing dengan yang terhebat,” tulisnya, yang dibagikannya di media sosial.

“Jika Liga Super Eropa ini berjalan, impian itu akan berakhir. Impian para suporter tentang tim yang bukan raksasa bisa menang berlaga di lapangan, di kompetisi terbaik, akan berakhir.”

“Saya suka sepak bola dan tidak bisa mengatasi masalah ini. Saya percaya pada Liga Champions yang lebih baik, tetapi tidak dengan cara orang kaya mencuri apa yang orang lain ciptakan, yang merupakan olahraga terindah di planet ini,” jelasnya. Ander Herrera.

(yna / mrp)

Source