Lebih dari 4.000 Penderita Covid-19 Meninggal Dalam Sehari di Brasil



JAKARTA – Untuk pertama kalinya dalam pandemi Covid-19, Brasil mencatat lebih dari 4.000 kematian per hari akibat virus Corona dalam satu hari. Ini adalah rekor baru bagi negara karena Presiden Jair Bolsonaro terus menolak pembatasan pergerakan orang.

Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan bahwa 4.195 orang meninggal akibat virus tersebut dalam satu hari terakhir. Negara ini sejauh ini telah mencatat lebih dari 366.000 kematian, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, nomor dua setelah Amerika Serikat.

“Kasus ini seperti reaktor nuklir yang memicu reaksi berantai dan keluar kendali. Ini adalah biologis Fukushima,” kata Miguel Nicolelis, seorang tenaga medis dan profesor Brasil di Duke University.

Rumah sakit Brasil di seluruh negeri hampir penuh karena tingkat infeksi terus meningkat. Kaum muda jatuh sakit dan membutuhkan perawatan medis karena gelombang pandemik ini ditandai dengan penyakit yang lebih menular.

Pakar kesehatan masyarakat, dokter, dan bahkan beberapa pemimpin lokal telah mendesak perlunya penguncian yang ketat untuk mencoba membendung lonjakan tersebut. “Kami berada dalam situasi yang mengerikan, dan kami tidak melihat adanya langkah efektif baik dari pemerintah negara bagian maupun federal untuk menanggapinya,” kata ahli epidemiologi Ethel Maciel dari Universitas Federal Espirito Santo seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (7/1). / 4).

Sementara itu, sejauh ini hanya kurang dari 10 persen orang Brasil yang menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Maciel mengatakan satu-satunya cara untuk memperlambat penyebaran virus yang sangat cepat adalah penguncian yang efektif setidaknya selama 20 hari.

Presiden Bolsonaro masih menghindari pembatasan pergerakan orang dan mengenakan topeng selain penguncian meskipun ada tekanan yang meningkat pada pemerintahnya untuk bertanggung jawab atas krisis virus corona yang melumpuhkan negara itu.

Bolsonaro bulan lalu melantik menteri kesehatan baru yang berada di urutan keempat sejak pandemi dimulai. Dia melakukan perombakan pemerintahan dengan mengganti menteri luar negeri, menteri kehakiman dan pertahanan. Dia kemudian juga mengangkat kepala staf baru untuk angkatan darat, laut dan udara.

Sumber berita: Bisnis.com

Source