Kurma Segar atau Kurma Kering, Mana yang Lebih Sehat?

KOMPAS.com – Kurma menjadi pilihan menu utama berbuka puasa bagi sebagian orang. Selain diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW, buah ini juga mampu dengan cepat memulihkan tenaga dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Kita bisa memilih antara kurma segar atau kurma kering. Kurma yang dikeringkan telah melalui proses pengeringan.

Manakah dari keduanya yang lebih sehat?

Keduanya sebenarnya sama-sama bagus, tapi ada beberapa perbedaan istilah umur simpan atau waktu penyimpanan, kalori, kandungan nutrisi termasuk makronutrien, mikronutrien, dan serat. “

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Persatuan Dokter Tradisional Indonesia dan Pengembangan Obat Herbal (PDPOTJI), Dr. (Cand) dr Inggrid Tania MSi dalam webinar di kanal YouTube Online PDPOTJI, dikutip Kompas.com.

Baca juga: Para ahli mengungkap sederet manfaat berbuka puasa dengan kurma

1. Waktu penyimpanan

Tania menuturkan, waktu penyimpanan kurma segar cenderung lebih singkat.

Jika disimpan di lemari es, kurma segar hanya bisa bertahan maksimal delapan hingga 10 bulan.

Sedangkan kurma kering memiliki waktu penyimpanan yang lebih lama.

“Kurma yang dikeringkan, jika disimpan dengan benar, bisa sampai lima tahun,” ujarnya.

Namun, meski sudah melalui proses pengeringan, kurma kering tetap memiliki tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Misalnya, kata Tania, jika dibandingkan dengan kismis.

Source