Kurangi Karyawan Nakal, Danamon Terapkan Cara Ini di Halaman Rekrutmen semua

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) menekankan pentingnya menciptakan pemimpin dan karyawan yang berintegritas untuk dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan industri keuangan nasional.

Inilah salah satu aspek penting dalam mewujudkan industri perbankan yang sehat dan maju.

Direktur Human Capital Bank Danamon Heriyanto Agung Putra mengatakan perbankan merupakan industri yang diukur dari kualitas pelayanan kepada nasabah dan tingkat kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Kini, Nasabah Danamon Bisa Belanja Emas melalui Lakuemas

Keduanya membutuhkan bankir yang berorientasi pada pelayanan terbaik dan memiliki integritas yang tinggi.

Perkembangan bankir yang berkualitas dapat mencegah terjadinya penyimpangan seperti penipuan, yang tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga industri perbankan pada umumnya.

Oleh karena itu, Danamon tidak mentolerir tindakan apapun penipuan para karyawan.

“Unit Human Capital atau SDM masing-masing bank memiliki peran penting dalam menghasilkan bankir yang memiliki integritas tinggi,” kata Heriyanto Agung Putra dalam konferensi virtual, Kamis (17/12/2020).

Agung menjelaskan, pengembangan bankir yang berkualitas dapat dimulai dengan program rekrutmen seperti program Danamon Bankers Trainee (DBT) di Bank Danamon.

Baca juga: Bank Danamon Tunjuk Hedy Maria Helena Lapian Sebagai Komisaris Independen

Dalam program ini, Bank bekerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka untuk melakukan seleksi ketat, pelatihan, dan penempatan kerja guna menghasilkan pemimpin perbankan masa depan.

Program pelatihan dan pengembangan kapasitas juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan bankir yang berkualitas.

Bank Danamon memiliki pusat pelatihan Danamon Corporate University (DCU) di Ciawi, Bogor, dan di kantor-kantor regional di beberapa kota besar di Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan model pembelajaran yang mengarah pada digital dan pandemi, Bank Danamon terus mengembangkan model pembelajaran dan pelatihan yang mengoptimalkan teknologi dengan pola virtual melalui berbagai fasilitas Learning Management System yang mempromosikan karyawan sebagai pusat pembelajaran.

Ke depan, metode ini akan memudahkan karyawan dalam mengakses dan memilih material sesuai dengan kebutuhan perkembangannya.

Baca juga: Bank Danamon Catat Untung Rp 632 Miliar di Kuartal III 2020

Saat ini Danamon juga sedang mengembangkan model pembelajaran pembelajaran virtual reality, sehingga selain menumbuhkan budaya belajar, karyawan dapat terus mengembangkan keterampilan dan kemampuannya dimanapun berada.

“Selain berkembang ketrampilan dan kapabilitas karyawan, tidak kalah pentingnya bagi kami untuk memastikan bahwa karyawan menjunjung tinggi integritas dan tata kelola yang baik, menerapkan etika kerja yang bertanggung jawab, memiliki kesadaran akan potensi risiko atau kesadaran risiko, dan memiliki rasa kepedulian terhadap masyarakat sekitar, ”tambah Agung.

Selain hal tersebut, Agung juga menanamkan metode pelatihan dengan nilai-nilai perusahaan melalui berbagai program berkelanjutan sebagai budaya dalam organisasi, dan kegiatan sosial yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk secara sukarela membantu masyarakat yang membutuhkan.

Source