Kurang Tidur Dapat Meningkatkan Risiko Disfungsi Seksual pada Wanita

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi yang dirilis dalam Menopause: The Journal of The North American Menopause Society menunjukkan bahwa kurang tidur berdampak pada gaya hidup seks yang tidak memuaskan bagi wanita dewasa.

Dilansir dari CNN, Kamis (22/4/2021), risiko ketidakpuasan seksual ini bisa berlipat ganda dengan masalah seperti lemahnya ketertarikan atau kepuasan seksual dibandingkan dengan wanita yang tidur lebih lama.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat ukur Pittsburgh Sleep Quality Index, dimana partisipan ditanyai berbagai pertanyaan tentang kemampuan tidur, penggunaan narkoba, kelelahan siang hari, dan lain-lain.

Selain menemukan risiko seksual, penelitian ini juga menemukan bahwa kualitas tidur yang baik dikaitkan dengan aktivitas seksual yang lebih sering.

“Jika Anda meletakkan pilihan tidur dan seks di depan seorang wanita yang kelelahan, dia akan memilih untuk tidur sepanjang waktu,” kata direktur medis Masyarakat Menopause Amerika Utara Stephanie Faubion.

Ia menambahkan, hal ini perlu menjadi perhatian para tenaga medis untuk mulai menanyakan kepada pasiennya tentang rutinitas tidur dan fungsi seksualnya, dimana mereka harus menanyakan kepada pasien wanita tentang fungsi seksualnya.

Baginya, tidur juga merupakan hal yang mudah ditanyakan karena kurang tidur bisa dikaitkan dengan banyak efek negatif seperti penyakit kardiovaskular.

“Jika wanita tidak bisa tidur nyenyak, hal ini bisa menimbulkan pertanyaan berikutnya karena mungkin fungsi seksualnya juga terpengaruh,” jelasnya.

Dalam hal ini, Faubion menekankan perlunya berdiskusi dengan tenaga medis mengenai masalah tidur dan masalah fungsi seksual. Itu juga dianggap dapat membantu pasien wanita mengidentifikasi gangguan tidur yang tidak mereka sadari, seperti mendengkur (sleep apnea) dan sindrom kaki gelisah.

Ia memberikan dua tips terkait pencegahan kebiasaan tidur yang buruk. Pertama, melakukan olahraga di luar ruangan dengan paparan sinar matahari untuk melepaskan zat kimia terkait stres di dalam tubuh dan membantu menjaga bahkan meningkatkan kualitas tidur.

Kedua, bangun suasana yang nyaman di kamar tidur untuk meningkatkan kualitas tidur. Ini bisa dilakukan dengan mengatur suhu ruangan yang lebih dingin dan mengurangi jumlah cahaya di dalam ruangan.

Ketiga, hindari makanan tertentu seperti kafein setelah jam tiga sore dan makanan pedas dan berlemak sebelum tidur untuk mencegah gangguan maag yang menyebabkan tubuh terbangun.

Terakhir, lakukan relaksasi sebelum tidur dengan mandi air hangat, membaca buku, mendengarkan musik lembut, bermeditasi, atau melakukan peregangan ringan.

Tonton Video Unggulan Di Bawah Ini:

Simak berita lain tentang topik artikel ini, di sini:

tidur menopause

Konten Premium

Masuk / Daftar

Source