Kunjungi Markas FPI, Dubes Jerman Didesak Sampaikan Permintaan …

Memuat …

JAKARTA – Foto seorang diplomat Jerman yang mengunjungi markas Front Pembela Islam (FPI) viral di media sosial (Medsos). Berkaitan dengan hal tersebut, Kedutaan Besar Jerman mengklarifikasi bahwa pegawai Kedubes Jerman tersebut berusaha mendapatkan gambaran situasi keamanan karena pada aksi demonstrasi pada Jumat, 18 Desember 2020 berpotensi untuk melintasi kedutaan.

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Hikmahanto Juwana menilai klarifikasi tersebut sangat menggerogoti tingkat kecerdasan masyarakat dan pemerintah Indonesia. Menurutnya, ada empat alasan. Pertama, tidak dijelaskan apakah pegawai kedutaan Jerman itu seorang diplomat atau bukan. Kedua, pegawai kedutaan tidak boleh mencari tahu dengan mendatangi markas FPI. “Kalau pegawai mau cari tahu sebaiknya dilakukan di tempat netral, seperti hotel atau restoran,” ujarnya, Minggu (20/12/2020). (Baca juga: Kunjungan ke Markas FPI yang Dipertanyakan, Kedutaan Besar Jerman Singgung Masalah HAM)

Hal ketiga, aksi bodoh pegawai Kedubes Jerman mendatangi Markas FPI di era media sosial. Tentunya siapapun bisa berfoto dan mempostingnya di media sosial. Terakhir, para pegawai ini bahkan tidak pandai dan peka terhadap situasi politik yang belakangan berkembang di Indonesia. “Para pegawai ini seolah-olah membiarkan Negara Jerman digunakan sebagai legitimasi bagi satu pihak dan sekaligus menjadi tindakan permusuhan oleh pihak lain,” ujar Hikmahanto yang juga Guru Besar Hukum Internasional. (Baca juga: Kedutaan Besar Jerman Akui Diplomat Kunjungi Markas FPI, Ini Alasannya)

Ia menyayangkan klarifikasi dilakukan cukup lama meski Kedutaan Besar Jerman memberi alasan Sabtu dan Minggu adalah hari libur. Menurutnya, ada baiknya Duta Besar Jerman untuk Indonesia mengklarifikasi hal tersebut dan meminta maaf secara terbuka. Selanjutnya Dubes Jerman segera memulangkan pegawai kedutaan yang selama ini bertindak asal-asalan. Hal ini untuk mencegah rusaknya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jerman, ”pungkasnya.

(chip)

Source