Ksatria Nusantara Melaporkan Munarman FPI ke Polisi

VIVA – Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Munarman dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan. Yang melapor adalah Ketua Barisan Ksatria Nusantara, Zainal Arifin yang juga mantan Ketua PCNU era Gus Dur.

Munarman dipoles usai pernyataannya yang menyebutkan enam Kopassus Front Pembela Islam yang bentrok dengan polisi hingga tewas tidak memegang senjata seperti yang dikatakan Polda Metro Jaya. Yang melaporkannya adalah asosiasi kiai atas nama Ksatria Nusantara. Laporan diterima dengan nomor LP / 7557 / XII / YAN 2.5 / 2020 / SPKT PMJ.

“Jadi begini, warga sipil tidak bisa membenarkan sebelum ada keputusan hukum, apalagi tidak disertai bukti, sedangkan negara yang dibenarkan tidak melaporkan perlawanan kepada aparat. Kedua, tidak ada senjata, sementara polisi membuktikan senjatanya. aku tahu“Kalau penuturannya terus disampaikan bisa berakibat perkelahian satu sama lain, perpecahan anak bangsa,” kata Zainal Arifin, Ketua Barisan Ksatria Nusantara, di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 21 Desember 2020.

Saat membuat laporan, Zainal memasukkan beberapa barang bukti. Bukti yang diajukan adalah tangkapan layar dan flash disk. Munarman dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 22 UU ITE, Pasal 14, 15 dan UU Nomor 1 Tahun 1996 tentang Ketentuan Hukum Pidana dan Pasal 160 KUHP. Ia meminta polisi segera memproses laporan yang dibuatnya.

Karena itu, hari ini kami dengan tegas meminta aparat penegak hukum Polda Metro Jaya untuk menangkap adik Munarman, katanya.

Sebelumnya, Munarman menjelaskan kronologis penembakan yang menimpa enam pasukan FPI yang mengawal Habib Rizieq. Dia mengatakan pernyataan pers yang disampaikan polisi tidak benar dan jauh dari fakta.

Menurut Munarman, tidak ada baku tembak seperti yang diklaim oleh polisi. Ini karena tidak ada satupun anggota yang dibekali senjata tajam, apalagi senjata api.

“Yang perlu diketahui adalah fitnah besar jika pasukan kami disebut membawa senjata dan menembak dengan aparat. Kami tidak pernah dibekali senpi, kami sudah terbiasa dengan tangan kosong, kami bukan pengecut,” kata Munarman kepada wartawan. , Senin, 7 Desember 2020.

Munarman menuturkan, pernyataan polisi kepada publik seakan memutarbalikkan fakta. “Ini fitnah yang luar biasa, memutarbalikkan fakta dengan mengatakan bahwa laskar menyerang lebih dulu,” katanya.

Source