Kronologis Pembakaran Papua oleh 9 Anggota TNI

Jakarta, CNN Indonesia –

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Tentara (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko menjelaskan kronologi sembilan tersangka anggota tersebut. TNI pelaku perbuatan tersebut kekerasan dan pembakaran dua mayat sipil Papua.

Menurut Dodik, untuk membasmi jejak-jejak kekerasan yang menyebabkan tewasnya dua warga tersebut, sembilan anggota TNI tersebut membakar jenazahnya.

Dodik menduga aksi tersebut berawal dari dugaan sembilan anggota TNI tersebut menuduh dua warga negara – yang kemudian dikenal sebagai Luther Zanambani dan Apinus Zanambani – menjadi bagian dari komplotan yang disebut oleh pemerintah dan penegak hukum Indonesia sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). ).

Keduanya bahkan sempat ditahan anggota TNI di Koramil Sugapa pada 21 April 2020, sebelum menghilang karena dibunuh dan dibakar.

“Tanggal 21 April 2020, Batalyon 433 JS Kostrad Para Raider sudah melaksanakan luas Dengan dicurigai sebagai Golongan Kriminal Bersenjata atau KKB, kedua orang tersebut diinterogasi di Koramil Sugapa di Kodim Paniai, ”kata Dodik saat jumpa pers di Gedung Puspom TNI Angkatan Darat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (23/9). 12).

Namun, lanjut Dodik, anggota TNI yang menginterogasi kedua warga sipil tersebut bertindak berlebihan. Luther dan Apinus disiksa, sampai Apinus mati di tempat.

Sedangkan saudara laki-lakinya Luther sakit parah, meski tidak meninggal dunia di lokasi pemeriksaan. Dodik juga mengatakan, para anggota TNI yang terlibat dalam peristiwa tersebut membawa jenazah Apinus dan Luther dalam kondisi kritis ke Kotis Yonif PR 433 JS Kostrad.

Keduanya diambil dengan menggunakan truk umum kuning nomor polisi B 9745 PGD. Baik Di tengah perjalanan inilah Luther Zanambani juga meninggal dunia, ”kata Dodik.

Karena kebingungan, anggota TNI yang terlibat dalam interogasi yang menyebabkan hilangnya nyawanya bermaksud meninggalkan jejak kekerasan. Untuk menghilangkan barang bukti, lanjut Dodik, dua jenazah dibakar.

“Abu kedua jenazah dibuang ke sungai Julai di Kecamatan Sugapa,” ujarnya.

Luther Zanambani dan Apinus Zanambani adalah dua bersaudara yang dikenal sebagai keluarga Pendeta Yeremia Zanambani – yang juga tewas diduga akibat kekerasan polisi.

Di tengah penyidikan pembunuhan Pastor Yeremia, Komnas HAM mengungkapkan bahwa salah satu pemicu kekerasan yang menimpa tokoh agama adalah pertanyaan kepada aparat terkait hilangnya anggota keluarga Yeremia.

Kedua Zanambani bersaudara itu dinyatakan hilang sejak April lalu hingga belakangan diketahui keduanya tewas di tangan aparat.

Kesembilan anggota TNI yang terlibat dalam kekerasan terhadap warga sipil Papua tersebut termasuk dua personel dari Kodim Paniai, yaitu Mayor Inf ML dan Pejabat Khusus FTP. Sedangkan tujuh personel Yonif Pararider 433 JS Kostrad lainnya adalah Mayor Inf YAS, Lettu Inf JMTS, Serka B, Seryu OSK, Sertu MS, Serda PG, dan Kopda MAY.

Tim Gabungan Mabes Polri dan Kodam XVII Cenderawasih menetapkan sembilan anggota TNI tersebut sebagai tersangka tindak kekerasan hingga pembakaran jenazah dua warga sipil Papua. Mereka didakwa dengan Pasal 170 ayat (1), Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (3) KUHP, Pasal 181 KUHP, Pasal 132 KUHPM, dan Pasal 55 (1) KUHP terlebih dahulu.

(tst / nma)

[Gambas:Video CNN]


Source