Kronologis Antam Dihukum Membayar 1,1 Ton Emas Kepada Warga Surabaya Hal

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) divonis membayar kerugian Rp 817,4 miliar atau setara 1,1 ton emas kepada Budi Said, pengusaha asal Surabaya.

Hal itu terjadi setelah majelis hakim yang diketuai Martin Ginting mengabulkan gugatan Budi Said dalam perkara perdata bernomor 158 / Pdt.G / 2020 / PN Sby di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dikutip dari Tribune Surya, Senin (18/1/2021), kronologi kasus bermula saat Budi membeli ribuan kilogram emas melalui Eksi Anggraeni sebagai pemasaran dari Antam seharga Rp 3,5 triliun.

Dari 7.071 kilogram emas yang disepakati antara saksi Budi Said dan Eksi Anggraeni, yang diterima hanya 5.935 kilogram emas batangan.

Baca juga: Warga Surabaya menuntut Antam karena membayar 1,1 ton emas

Sedangkan Budi tidak pernah menerima selisih 1.136 kilogram. Padahal, menurut Budi Said, uang tersebut sudah diserahkan ke PT Antam.

Budi Said mengatakan, saat itu dirinya tertarik membeli emas Antam karena tergiur dengan program diskon yang dijelaskan terdakwa.

Namun, setelah melakukan pembayaran via transfer secara bertahap, Budi Said tak terima dengan kekurangan emas yang dibelinya.

Akibat tidak ada lagi pengiriman emas, Budi Said merasa ditipu dan kemudian mengirimkan surat ke PT Antam cabang Surabaya. Namun, surat itu tidak pernah dibalas.

Baca juga: Detail Harga Emas Batangan 0,5 Gram Sampai 1 Kg di Pegadaian

Maka Budi Said mengirim surat ke Antam Pusat di Jakarta. Namun, Antam pusat mengatakan tidak pernah menjual emas dengan harga diskon.

Setelah sekian lama menempuh jalur hukum, Budi Said pun memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya memerintahkan PT Antam membayar kerugian kepada Budi sebesar Rp. 814,4 miliar. Majelis hakim PN berpendapat bahwa PT Antam sebagai Tergugat I bertanggung jawab atas perbuatan Endang Kumoro dan segala akibatnya.

Endang adalah Kepala Butik Emas Logam Mulia (BELM) Surabaya I. Selain Endang, ada juga Misdianto sebagai Tenaga Administrasi, Ahmad Purwanto selaku General Trading Manufacturing dan Senior Officer PT Antam dan Eksi Anggraeni sebagai tenaga pemasaran lepas yang saat itu menjadi karyawan perusahaan.

Baca juga: Hingga Rp 1.000, Ini Detail Harga Emas Antam

Menurut majelis juri. terbukti melanggar hukum atas kehilangan 1.136 kilogram atau 1,1 ton emas yang dibeli Budi.

Antam, yang merupakan anak perusahaan induk perusahaan pertambangan PT Inalum (Persero), mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Surabaya terkait perkara Budi Said.

Antam sendiri menyatakan selalu menjual emas batangan logam mulia dengan harga resmi seperti yang tertera di situs www.logammulia.com yang selalu update secara berkala.

Selain itu, dalam menjalankan bisnis Logam Mulia, Aantam menjalankan sistem penjualan langsung atau transaksi emas Antam langsung kepada nasabah atau kuasanya dan tidak pernah melalui pihak lain.

Baca juga: Apa perbedaan emas batangan Antam vs UBS?

Source