Kronologi Anak Pantang dari Ayah Kelahiran di Lampung

Lampung, CNN Indonesia –

Pembunuhan oleh seorang anak terhadap ayah kandungnya sendiri membuat heboh warga di Desa Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Lampung. Peristiwa itu terjadi pada 11 Maret lalu dan masih menjadi perbincangan warga.

Pelaku bernama Kukuh Priyo Waskito alias Jaya (25) diduga mengalami gangguan jiwa, sedangkan korbannya adalah ayahnya sendiri, yakni Slamet Riyanto (69). Kukuh dibunuh dengan cara memenggal kepala Slamet di rumahnya sendiri.

Polda Lampung Tengah masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus tersebut.

“Pelaku sudah diamankan dan pelaku sendiri adalah anak kandung korban. Untuk barang bukti yang diamankan pelaku digunakan parang untuk menggorok leher korban,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP. Edi Qorinas kepada CNNIndonesia.com.

Istri Histeris

Kepala Desa (Kakam) Sendang Rejo, Hotini mengatakan, istri korban, Ningsih (55), histeris saat mengetahui suaminya meninggal tanpa kepala.

Saat itu, Ningsih dan suaminya baru saja pulang dari sawah. Ningsih kemudian membersihkan diri di kamar mandi, sedangkan Slamet duduk di kursi dapur di bagian belakang rumah.

“Tiba-tiba pelaku menghampiri korban dan langsung menebaskan parang ke leher ayahnya hingga putus,” kata Hotini berdasarkan keterangan Ningsih, Selasa (23/3).

Ningsih benar-benar mendengar keributan. Dia kemudian bergegas keluar dari kamar mandi dan menuju sumber suara tersebut. Namun, dia menemukan suaminya sudah tidak bernyawa lagi.

“Istri korban tiba-tiba kaget melihat noda darah dan menemukan suaminya dengan tubuh tanpa kepala sedang duduk di kursi. Saat itu, istri korban berteriak ketakutan minta tolong tetangga,” kata Hotini.

Saksi lainnya, yakni Edi yang merupakan tetangga korban mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Dapur rumah korban berada di bagian belakang rumah, sehingga bisa dilihat warga yang lewat.

Edi mengatakan, warga yang tak sengaja melihat Slamet berteriak, diselimuti kepanikan.

Warga berteriak dan kaget melihat Kukuh alias Jaya memenggal kepala ayahnya sendiri, katanya.

Setelah melakukan aksi keji memenggal kepala ayahnya, pelaku Kukuh alias Jaya mengambil kepala ayahnya (korban) dengan menggunakan karung plastik putih di sekitar kampung dan menunjukkannya kepada tetangga dan warga lainnya.

Peristiwa itu membuat heboh warga Desa Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah.

Warga sekitar, Tarmin mengatakan, warga yang berada di sekitar rumah korban histeris ketakutan dan langsung mengungsi. Ada juga warga yang berusaha menghentikan aksi Kukuh alias Jaya dengan bantuan anggota polisi.

“Setelah itu pelaku dibawa oleh petugas dan jenazah korban (ayahnya) dirawat oleh aparat kepolisian dan dibawa ke rumah sakit,” kata Tarmin.

Cacat mental

Warga sekitar, Edi menuturkan, pelaku Kukuh alias Jaya diduga mengidap gangguan jiwa meski selama ini tinggal bersama keluarganya. Penduduk setempat juga mengira demikian karena sering mengamuk dan sering membicarakannya.

Kepala Desa (Kakam) Sendang Rejo, Hotini, mengaku pernah mendapat kabar bahwa Slamet atau korban tidak pernah menyetujui Kukuh alias Jaya yang ingin menikah.

Meski banyak warga yang meyakini Kukuh alias Jaya memiliki gangguan jiwa, namun polisi masih menyelidiki kejadian tersebut. Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas mengatakan, pihaknya akan terus mengusut.

Sejauh ini, polisi juga banyak mendapat informasi dari warga sekitar sebelum pembunuhan terjadi. Salah satunya tentang korban yang mengancam akan menggerutu Kukuh alias Jaya.

“Makanya sebelum dipukul, mungkin pelaku akan menghabisi ayahnya sendiri dulu. Tapi semua itu belum bisa dipastikan, apakah pelaku ini benar-benar mengalami gangguan jiwa atau tidak dan nanti akan kita buktikan hasilnya melalui RSJ,” terangnya.

Depresi tidak boleh dianggap enteng. Jika Anda pernah berpikir atau merasa ingin bunuh diri, pernah mengalami krisis emosional, atau mengenal orang yang mengalami kondisi tersebut, sebaiknya hubungi seseorang yang dapat membantu. Misalnya Komunitas Selamatkan Dirimu melalui Instagram @ saveyourself.id, Yayasan Kesehatan Jiwa Indonesia melalui akun Line @ konseling.online, atau Tim Psikologi Pijar https://pijarpsikologi.org/konsulg.

(zai / bmw)

[Gambas:Video CNN]


Source