Kritik Penistaan ​​Agama terhadap Nabi, Putin: Multikulturalisme Barat Gagal

Presiden Rusia Vladimir Putin menganggap multikulturalisme Barat telah gagal

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan benturan budaya merupakan masalah yang saat ini ada di Barat.

Dalam jumpa pers akhir tahun pada Kamis (17/12) waktu setempat, dikutip dari RT, Jumat (18/12), ia menyinggung tentang keseimbangan yang baik antara mengekspresikan diri dan menghina perasaan seluruh kelompok.

“Dimana batas kebebasan satu sama lain,” tanya Presiden. “Mereka yang bertindak sembarangan, menghina hak dan perasaan umat beragama, harus selalu ingat bahwa akan ada reaksi yang tidak bisa dihindari. Tapi, di sisi lain, ini tidak boleh agresif,” tambah Putin.

Demikian disampaikan Putin, merujuk peristiwa terkini di Prancis sebagai buktinya. Bahkan Putin mengatakan bahwa “multikulturalisme (di Barat) telah gagal”.

Pekan lalu, Putin menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk memulai diskusi melalui organisasi internasional tentang isu-isu yang berkaitan dengan mereka yang menghina keyakinan umat beragama dan memicu kebencian dan konflik antaragama.

Tujuh pria dari Chechnya telah didakwa di Prancis dengan dugaan keterlibatan mereka dalam pembunuhan dan pemenggalan kepala guru sekolah Samuel Paty di Paris pada bulan Oktober. Jaksa penuntut mengatakan Paty menjadi sasaran Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun karena mempertunjukkan serangkaian kartun Nabi Muhammad SAW di kelasnya selama pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memicu kontroversi di seluruh dunia Islam setelah insiden tersebut. Dia memberi penghormatan kepada Paty sebagai pahlawan dan wajah Republik yang pendiam. Beberapa negara Muslim mengumumkan boikot produk Prancis, dengan beberapa demonstran turun ke jalan untuk membakar patung Macron sendiri.

Kepala Republik Chechnya yang mayoritas Muslim di Rusia, Ramzan Kadyrov, mengutuk serangan itu.

Tapi dia mengimbau orang untuk tidak memprovokasi jamaah atau menyakiti perasaan religius mereka. “Umat Islam memiliki hak untuk beragama, dan tidak ada yang akan mengambilnya,” katanya.

Sumber: https://www.rt.com/russia/510007-putin-outrage-multiculturalism-fail/

Source