KPK Telusuri Peran Mantan Menteri Jonan dalam Kasus Samin Tan

Jakarta, CNN Indonesia –

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan menyelidiki dugaan peran mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu. Ignasius Jonan dan anggota DPR RI Melchias Marcus Mekeng terkait kasus dugaan suap taipan Samin Tan.

“Nanti kita kembangkan. Pak Mekeng, Jonan, nanti kita lihat sejauh mana perannya. Bukan sekedar pengakuan, tentang apa yang diberikan dan untuk apa,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK. Karyoto, dalam jumpa pers, Jakarta, Selasa (6/4).

Nama Jonan pertama kali disebut mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam sidang kasus suap PLTU Riau-I. Saat itu, Eni selaku tergugat mengaku menerima $ 10 ribu dari Jonan. Mantan bos PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu juga diperiksa terkait kasus tersebut.

Sementara itu, Mekeng diketahui tiga kali dipanggil penyidik ​​KPK terkait kasus dugaan korupsi pemutusan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) dengan tersangka Samin Tan.

Dia adalah salah satu saksi yang tidak bisa dipanggil penyidik ​​KPK.

Namun, Karyoto belum dengan tegas menjawab apakah yang bersangkutan akan dipanggil kembali atau tidak.

Mekeng dimasukkan KPK dalam daftar saksi yang dicegah bepergian ke luar negeri terkait kasus dugaan korupsi penanganan pemutusan kontrak kerja PKP2B.

Sedangkan Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberikan uang Rp. 5 milyar untuk keperluan proses pemutusan kontrak PKP2B PT AKT.

Kasus ini merupakan perkembangan kasus suap terkait perjanjian kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-I.

Saat itu, KPK mendakwa Eni, pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes B. Kotjo, mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham, dan mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Dari nama-nama itu, hanya Sofyan yang dibebaskan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

(ryn / pris)

[Gambas:Video CNN]


Source