KPK Cari Tahu Siapa yang Membantu Samin Tan ‘Kaya Gila’ Saat Jadi Buronan

Jakarta – KPK menahan ‘orang kaya gila’ Samin Tan, tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. KPK sedang menyelidiki ada atau tidaknya pihak yang membantu Samin Tan bersembunyi saat dicari KPK.

“Lalu soal pelarian yang dimaksud (Samin Tan), ada yang membantu,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam jumpa pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4/2021). .

Karyoto menegaskan, jika ada yang membantu Samin Tan bersembunyi dari KPK, itu artinya dia menghalangi penyidikan. Mantan Wakil Kapolda DIY itu mencontohkan saat KPK menjerat pihak yang membantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi itu bersembunyi.

Artinya dia menghalangi penyidikannya. Tentu nanti kita kembangkan, kenapa dia kabur dan bagaimana dia lari, ”kata Karyoto.

Karena seperti kasus Nurhadi ada pihak yang sudah kita tentukan pasal 21 (UU Tipikor), ”imbuhnya.

Seperti diketahui, Samin Tan berhasil ditangkap KPK setelah hampir setahun dalam pelarian. Samin Tan merupakan tersangka kasus suap dalam pengurusan pengakhiran Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Adapun kasus dugaan suap antara Samin Tan terkait dengan Eni Maulani Saragih selaku mantan Wakil Ketua Komisi VII terkait permasalahan yang dialami perusahaan Samin, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT). Masalah yang dimaksud terkait dengan PKP2B generasi III di Kalimantan Tengah antara PT AKT dengan Kementerian ESDM.

PKP2B PT AKT sebelumnya diberhentikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang kemudian dipimpin oleh Ignasius Jonan. Pemutusan kontrak dilakukan karena PT AKT dinilai melakukan pelanggaran kontrak yang serius. Terkait penghentian tersebut, telah terjadi proses hukum hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung yang mengakibatkan keputusan Menteri ESDM tentang penghentian PKP2B PT AKT masih berlaku.

Dalam proses pengajuan banding atas putusan PTUN terkait penghentian tersebut, Eni berjanji akan membantu Samin Tan dalam menyikapi putusan pemutusan tersebut oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Rp. 5 miliar disinyalir telah diserahkan agar Eni mau membantu mengurus masalah ini.

Dari situ, Eni disebut-sebut mengancam akan mempermalukan Jonan dalam rapat di DPR. Namun, sebagaimana diketahui, pada akhirnya pemerintah tetap menang hingga putusan penghentian kerja sama dengan PT AKT berkekuatan hukum tetap melalui putusan kasasi di Mahkamah Agung.

(zak / zak)

Source