Kost di Ciledug Digerebek Gara-gara Dugaan Prostitusi, Begini Kata Pemilik Laman

TANGERANG, KOMPAS.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang menggerebek sebuah rumah kos di Ciledug, Kota Tangerang, pada Senin (22/3/2021) malam.

Penggerebekan dilakukan karena rumah kos tersebut diduga digunakan sebagai lokasi prostitusi.

Pemilik kost, AC, mengaku sempat menegur sejumlah penghuni kost yang membawa teman-temannya.

“Kami sebagai pemilik juga sudah mengingatkan, sudah memberikan tahu juga. Mereka bukan anak-anak lagi, ”kata AC kepada awak media, Selasa (23/3/2021).

“Hampir setiap hari kami nasihati, ‘Sudah malam ya tolong yang bukan penghuni kos-kosan silakan pulang’,” imbuhnya.

AC tidak memperbolehkan penghuni kos untuk berkunjung setelah pukul 21.30 WIB.

Baca juga: Satpol PP Kota Tangerang Amankan 15 Orang dalam Penggerebekan Rumah Kos di Ciledug

Dia juga menyatakan bahwa warga tidak diperbolehkan minum alkohol, membuat keributan, dan membawa narkoba.

Dengan berbagai regulasi dan himbauan tersebut, AC mengaku bersikap tegas dengan penghuni di kostnya.

Namun, kata AC, penghuni kostnya selalu bermain di belakangnya.

“Ya, sekarang seperti ini aja, kami juga telah ketat dengan anak-anak kos. Tapi di latar belakang, mereka bermain kucing-kucingan, ”ujarnya.

Sejak awal, dia sudah menjelaskan sejumlah aturan tersebut kepada penghuni kos.

AC tidak tinggal di kost.

“Kita punya tegesin, ‘Saya ingin pergi, jangan main-main’. Jawabannya ya-ya aja, “kata AC.

Baca juga: Warga Ciledug Maafkan Pembangun Tembok karena Menghalangi Rumah dan Menyusut Golok, Tapi Menolak Hapus Laporan

Kata AC ada tiga kamar di kost yang disewakan dari total 12 kamar.

Dari ketiga kamar tersebut, penghuni tiap kamar seringkali membawa tamu yang diakui sebagai sepupu atau pamannya.

“Bahwa menginap hanya tiga, sisanya bermain. Ada mengaku saudara laki-laki, sepupu dan pamannya, “katanya.

Terkait penemuan alat kontrasepsi milik warga kos oleh Satpol PP Kota Tangerang, AC tidak mengetahui hal tersebut.

Pasalnya, AC tidak ada di rumah kosnya saat razia dilakukan.

“Mereka bilang ada kondom berserakan, tapi kami tidak tahu, karena kami tidak ada di sana,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agapito de Araujo mengatakan, pihaknya menangkap 15 orang saat menggerebek rumah kos tersebut.

“Ada 10 perempuan dan lima laki-laki yang kami amankan saat penggerebekan tadi malam,” kata Agapito melalui telepon, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Hotel milik Cynthiara Alona ditutup karena melanggar hukum setempat yang melarang prostitusi dan ketertiban umum

Saat penggerebekan dilakukan, kata Agapito, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya adalah sejumlah alat kontrasepsi.

Petugas Satpol PP kemudian membawa sebagian barang bukti beserta 15 orang yang diamankan ke kantor Kecamatan Ciledug.

“Dari kantor Kecamatan Ciledug, semuanya dibawa ke kantor Satpol PP,” kata Agapito.

“Jadi, tadi malam kita bawa semuanya dan kita lakukan pendataan,” imbuhnya.

Agapito mengungkapkan, semua yang ditangkap diduga terlibat praktik prostitusi dan melanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2015 tentang Larangan Pelacuran.

“Iya betul, arahnya ada (prostitusi),” kata Agapito.

Source