Korban Tewas di Gempa 6,2 Skala Richter Sulawesi Barat Meningkat Jadi 73

TEMPO.CO, Jakarta – Korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat pagi telah meningkat menjadi 73, dengan 27.850 orang mengungsi pada Minggu malam, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Total 73 orang meninggal,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB ini. Raditya Jati mengatakan dalam konferensi pers online di Jakarta, Minggu.

Raditya mengatakan, korban tewas terdiri dari sembilan orang ditemukan di Majene dan 64 di Mamuju.

BNPB mencatat total 826 orang luka-luka dan 27.850 orang mengungsi dari rumah hingga Minggu malam.

Dia mengatakan distribusi logistik ke daerah terdampak agak terhambat. Namun secara umum, semua upaya tanggap darurat cukup kondusif dan pemerintah daerah tidak mengalami kendala apa pun.

Logistik akan didistribusikan di antara orang-orang yang terkena dampak di pos komando. Namun, upaya juga akan dilakukan untuk mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak yang tidak dapat datang ke posko, katanya.

BNPB mencatat, para pengungsi sangat membutuhkan sembako, selimut, tikar, tenda, layanan kesehatan, masker, makanan siap saji, air mineral, alat komunikasi, terpal, alat berat, dan alat pelindung diri bagi petugas kesehatan.

Sejauh ini, sudah dibagikan delapan pasang tenda isolasi, 10 pasang tenda pengungsian, lima unit menara lampu, 2.004 bungkus suplemen makanan, 2.004 bungkus fast food, 30 unit genset, 500 bungkus perlengkapan bayi, dan 500 bungkus perlengkapan bayi. seribu topeng.
.
Gempa dahsyat mengguncang kabupaten Majene dan Mamuju pada Jumat pagi. Episentrum gempa berada di darat, enam kilometer timur laut Majene pada kedalaman 10 kilometer

Gempa dangkal yang diyakini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebabkan oleh patahan setempat, juga menghancurkan beberapa gedung, antara lain kantor gubernur, kantor militer, dan hotel Maleo.

Gempa yang juga merusak banyak rumah dan puskesmas tersebut, juga memicu tiga kali longsor di sepanjang ruas jalan Majene-Mamuju dan mengganggu transportasi orang dan barang, kata Raditya sebelumnya.

Gempa bumi secara teratur melanda berbagai wilayah di Indonesia karena negara tersebut terletak di Sabuk Sirkum-Pasifik, yang juga dikenal sebagai Cincin Api, tempat beberapa lempeng tektonik bertemu dan menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik yang sering terjadi.

Salah satu gempa paling mematikan yang mengguncang wilayah timur Indonesia terjadi di beberapa wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.

Gempa berkekuatan 7,4 SR yang diikuti tsunami yang melanda wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Paringi Moutong, dan Sigi pada 28 September 2018 itu menelan korban 2.102 jiwa, melukai 4.612 orang, dan menyebabkan 680 orang hilang.

Sebanyak 68.451 rumah rusak berat, sementara 78.994 orang mengungsi.

Baca juga: Tanjakan Korban Gempa Sulawesi Barat, Laporan BNPB

ANTARA

Source